JELAJAH -99-MRS-95-ASURANSI KESEHATAN PRESPEKTIF RS

View

Iklan

81 thoughts on “JELAJAH -99-MRS-95-ASURANSI KESEHATAN PRESPEKTIF RS

  1. Handri Febrians berkata:

    Dalam menghadapi era Sistem Jaminan Kesehatan Nasional perlu diperhatikan hal hal seperti peraturan dan infrastruktur yang jelas. Masih banyak hal-hal atau kemungkinan permasalahan yang harus diperbaiki.
    Karena bila tidak disiapkan dengan baik maka implikasi negative dari diterapkannya sistem ini akan menyebabkan kesehatan masyarakat semakin terpuruk, rumah sakit rugi, dll

    Niat baik dari asuransi ini secara nyata juga harus membantu masyarakat menjadi lebih mudah, tidak menyulitkan untuk mengakses fasilitas kesehatan. Masyarakatkan pun diharapkan menggunakannya dengan baik, benar dan bertanggung jawab. Pemimpin masyarakat juga harus memberikan teladan (uswah) yang baik, dengan menggunakan asuransi sesuai prosedur, dll.

    Harus ada itikat baik dari masing-masing stake holder baik itu pasien, pihak pelayanan kesehatan serta perusahaan asuransi dan disiplin dalam setiap aspek pelaksanaannya.
    Itikat baik itu harus dituangkan dalam peraturan yang jelas.

    Bila Kesadaran, Niat dan Pelaksanaan yang baik dari seluruh stake holder tetap terjaga, maka terselenggaranya Sistem Jaminan Kesehatan dengan tujuan terciptanya masyarakat Indonesia yang sehat bukan lagi impian semata.

    Handri Febrians (mahasiswa MMR FKIK UMY)

  2. Adi Indra Wijaya berkata:

    Dengan meningkatkan biaya pelayanan kesehatan yang makin tidak terkendali serta mengantisipasi perkembangan industri rumah sakit yang cenderung mengikuti mekanisme pasar, maka pilihan yang tepat untuk pembiayaan kesehatan adalah asuransi kesehatan, namun demikian mengingat kondisi ekonomi masyarakat dan negara, serta keterbatasan sumber daya yang ada, perlu dikembangkan pilihan asuransi kesehatan dengan suatu pendekatan yang efisien, efektif dan berkualitas agar dapat menjangkau masyarakat luas. Untuk itu sudah saatnya dikembangkan asuransi kesehatan nasional dengan managed care sebagai bentuk operasionalnya. Dengan cakupan asuransi yang akan semakin luas maka diperlukan juga jaringan pelayanan (rumah sakit) yang semakin luas pula. Tuntutan terhadap pelayanan yang berkualitas baik terhadap penyelenggaraan asuransi kesehatan maupun penyelenggaraan pelayanan kesehatan akan semakin meningkat, demikian pula dalam kerjasama bisnisnya, keduanya mempunyai keterikatan dan ketergantungan yang tinggi, maka keduanya harus senantiasa meningkatkan kualitasnya secara terus menerus, terlebih lagi dalam rangka menghadapi pesaing dari luar. Bagaimana Rumah sakit dapat mensejajarkan diri dan dapat unggul dalam kompetisi dengan para pendatang baru yang sudah “world class”. Upaya peningkatan yang berkesinambungan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemberi pelayanan kesehatan saja tetapi juga bagi penyelenggaraan asuransi.

    Adi Indra WIjaya (Mahasiswa MMR 8B)

    • Antoni berkata:

      Nah…itu dia yang sulit. Rumah sakit mana ada yang mau rugi. Jangan-jangan rumah sakit yang mengikuti program asuransi BPJS itu akhirnya mundur satu-persatu akibat tidak sanggup menutupi biaya operasional. Sebagai contoh dalam pelaksanaan KJS di Jakarta seperti itu padahal KJS hanya setara untuk rawat inap untuk kelas 3, sedangkan BPJS sampai kelas 1 dengan iuran hanya Rp 59.500/bulan., bandingkan dengan biaya dengan asuransi swasta mungkin sampai Rp500.000/bulan dengan kelas yang sama. Bagaimana rumah sakit menutupi kekurangannya?

  3. Thanks pak boy atas ilmunya sebagai bagian dari suksesnya jaminan kesehatan semesta tahun 2014. Asuransi kesehatan merupakan bagian dari kegiatan yang diupayakan oleh pemerintah untuk dimiliki oleh setiap penduduk. Semoga masyarakat juga cermat dalam memilih dan memiliki asuransi di bidang kesehatan yang baik. Rumah sakit juga baik yang pemerintah ataupun swasta harus siap dalam menghadapi program kesehatan semesta 2014 (TENGKU RIKA ARMELIa MHS STIKES HANG TUAH PEKANBARU)

  4. Dalam mengambil sebuah keputusan atau tindakan pasti ada positif dan negatif nya. Begitu juga penentuan untuk diadakannya asuransi kesehatan di Indonesia. Dalam hal ini yang perlu dipertimbangkan adalah ke 3 kutub yang disebutkan dalam kuliah, yaitu pasien, pelayanan kesehatan dan perusahaan asuransi. Dalam istilah awam: ada uang, ada barang. Harga barang sesuai bentuk barang. Dari segi pelayanan kesehatan harus bisa memberikan yang sesuai dengan apa yang dibayar oleh pasien melalui perusahaan asuransi.

    Jika kita lihat pada keadaan Indonesia sekarang ini, mungkin bisa sangat membantu para pasien untuk mendapatkan jasa medis dengan menggunakan asuransi kesehatan. Tetapi di beberapa Rumah Sakit di Indonesia kebanyakan belum mampu untuk melayani asuransi kesehatan. Seperti yang pak Boy katakan, belum lagi jika ada pasien yang hanya iseng saja untuk menggunakan asuransi kesehatannya. Disini lah yang mungkin paling susah untuk dipelajari dalam melaksanakan asuransi kesehatan.

    “Tidak ada salahnya untuk mencoba suatu hal yang baru, walaupun hal tersebut salah atau gagal. Yang salah adalah yang tidak mencobanya.”

    salam super…
    Nio Angelado
    MMR 8B

  5. yunieta berkata:

    Terimakasih dr.Boy atas kuliahnya. Di masa mendatang, ketika Indonesia telah menjalankan program SJSN, akan tercipta hubungan yang saling berhubungan antara pasien dengan perusahaan asuransi dan pelayanan kesehatan.
    Untuk dapat tetap survive, pihak asuransi dan pelayanan kesehatan semakin dituntut memberikan pelayanan yang terbaik karena jika tidak maka konsumen (pasien) tidak akan menggunakan jasanya. Pihak provider dituntut untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan, pihak penyedia layanan kesehatan wajib meningkatkan profesionalisme kerja mereka. Selain itu, hendaknya pasien juga menempatkan diri dengan baik agar dapat memanfaatkan jaminan yang dipunyainya dengan arif bijaksana, karena terkadang pasien hanya mencoba-coba.
    Pada intinya, apabila SJSN benar-benar telah terlaksana, maka mau tidak mau para penyelenggara kesehatan akan benar-benar bersaing memperebutkan pasien. Hal ini karena pasien memiliki asuransi kesehatan sehingga mereka dapat memilih pelayanan kesehatan yang terbaik menurut mereka. Karena itu, pihak manajemen RS dituntut memiliki strategi pemasaran yang baik.
    Yunita Puji Lestari
    MMR UMY kelas 8B

  6. dokter boy, mksh kuliah2nya..
    Ditahun -tahun kedepan indonesia akan menjalankan program SJSN , hal ini mngkn bisa dibilang penyempurnaan dlam metode jaminan yg ada di masyarakat saat ini, akan tetapi perlu juga kita pertimbangankan dengan efek kurang baik yg bisa saja muncul misal: di tahun -tahun awal mngkn akan ada lonjakan jumlah pasien yg berfikir ingin coba-coba dgn sistem ini, kemudian sebagai pelayan kesehatan akan mencoba mencari pasien agar bisa survive, dan bagi pihak asuransi akan mencoba menyeleksi penyelengara kesehatan dgn teliti,
    dgn kejadian-kejadian tsb yg mngkn terjadi, beberapa pihak harus bisa dan bersiap mengantisipasinya, misal sebagai pasien hrus bisa memanfaatkan jaminan dgn baik dan maksimal, sebagai pelayan kesehatan hrs tetap mnjaga kualitas pelayanannya dan pihak asuransi bersikap profesional.
    setelah program SJSN ini berjalan pemerintah dan pihak2 yg terkait hrus mengadakan evaluasi yg berkala dan optimal 🙂
    puguh danu sanjaya (mahasiswa MMR UMY 8B)

  7. Vianda Devisa berkata:

    Terimakasih pak boy atas ilmunya..2014 indonesia akan menjalankan jaminan kesehatan atau sjsn. Asuransi kesehatan merupakan bagian dari program pemerintah yang diupayakan untuk meningkatkan kesehatan penduduk indonesia. Semoga semua masyarakat indonesia bisa menggunakan asuransi di bidang kesehatan dengan baik. Sehingga dapat meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan. Dan dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat. Para penyedia layanan kesehatan diharapkan lebih meningkatkan pelayanan kesehatan sehingga harapannya peningkatan status kesehatan masyarakat tercapai.
    vivianda mhsiswa mmr umy 8a

  8. Lukman Hakim berkata:

    Terima kasih dokter atas materi-materi kuliahnya yang sangat super sekali,mendengar bahwa Indonesia sebentar lagi akan menerapkan Sistem Jaminan Sosial Nasional atau sering dikenal dengan SJSN yang berarti nantinya segala pembiayaan kesehatan meliputi biaya periksa, berobat akan dihandle oleh yang namanya asuransi. Sehingga Masyarakat yang notabene digolongkan “miskin” juga dapat mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa khawatir dengan biaya karena ada asuransi sosial yang menanganinya.tetapi melihat situasi bangsa ini yakinkah SJSN akan berjalan?,,hal ini akan berjalam lancar apabila masyarakat kita juga harus mengubah pandangan dari “konsumtif” menjadi “enterpreneur” supaya masyarakat sadar bahwa Asuransi merupakan investasi untuk kesehatan.Memang kelihatannya asuransi itu “merugikan” karena pembayaran premi dilakukan rutin, sementara fasilitas kadang tidak kita dapatkan dikarenakan kita tidak mendapatkan “sakit”, dan muncullah pertanyaan yang menggelitik “uang yang dibayarkan lari kemana?” Nah pandangan-pandangan seperti ini ternyata masih banyak beredar di Negara kita. kepercayaan akan asuransi harus tertanam dalam jiwa kita, karena tanpa adanya rasa itu kita tidak bisa secara totalitas mengikutinya, dan yang terakhir, berpikirlah bahwa uang yang kita bayarkan untuk premi asuransi itu sebagai “menyumbang” atau arisan ketidakberuntungan, atau bisa juga uang premi itu dianggap sebagai uang sial yang harus dibuang dan jangan dipikirkan lagi setelah membayarnya dan jangan berharap untuk mendapatkannya karena kalau kita mengharapkan uang kita kembali itu sama saja mengharapkan kita jatuh sakit, walaupun ada yang mengatakan bahwa sakit juga merupakan nikmat. So sebagai menurut hemat saya, sebelum menerapkan SJSN haruslah berpikir terlebih dahulu bagaimana mengubah mentalitas bangsa, supaya muncul kesadaran untuk meng”investasi” kan secuil dari hartanya untuk arisan ketidakberuntungan. (Mahasiswa MMR UMY 8B)

  9. Terima kasih atas materi kuliahnya dok, menurut saya dengan adanya Sistem Jaminan Sosial Nasional atau SJSN dapat memberikan pemerataan pelayanan kesehatan di Indonesia karena mencakup seluruh lapisan masyarakat dan dapat menjadi motivasi bagi para penyedia pelayanan kesehatan untuk lebih berorientasi kepada pasien dan melayani dengan sebaik-baiknya karena persaingan di bidang ini juga menjadi lebih ketat. Pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi penyalahgunaan baik dari pihak penyedia pelayanan kesehatan maupun dari peserta SJSN. Diperlukan sosialisasi yang baik untuk program ini agar masyarakat dan penyedia layanan kesehatan dapat mengerti dan memahami apa yang menjadi hak dan kewajiban mereka. (Mahasiswa MMR UMY 8A)

  10. abdmajakin17 berkata:

    Assalamualaikum ww
    Terimakasih dokter Boy atas kuliah-kuliah yang segar dan ,khususnya menyentil “perasaan saya” dan menggugah untuk berpikir dan berpikir. Dari slide tentang asuransi kesehatan dilihat dari perspektif rs, menurut saya, harus dibedakan antara asuransi pemerintah (jamkes) ataukah asuransi swasta, yang masing-masing membawa masalahnya masing-masing. Dari segi pelayanan RS harus tetap mempertahankan mutu pelayanan pada pasien peserta jamkes walaupun dijamin oleh pemerintah. Dari segi tarif, kebanyakan untuk pasien peserta jamkes, RS harus mensubsidi, sedangkan untuk asuransi swasta tidak. Pihak RS harus pintar-pintar berhitung apakah biaya subsidi tersebut bisa diambilkan dari pos pendapatan yang lain. Dari segi piutang yang timbul, maka RS harus pintar-pintar mengatur agar aliran kas selalu lancar sehingga tidak mengganggu operasionalnya.
    Alangkah baiknya mungkin suatu waktu dokter Boy dapat membahas hal-hal ini. Terimakasih atas perhatian dan jawaban dokter nantinya.
    Wassalamualaikum ww
    (Abd. Majakin , mahasiswa MMR UMY angkatan 8C)

  11. Fitria Puspita berkata:

    assalamu’alaikum dokter boy. sekarang ini memang sudah sangat berkembang isu-isu tentang adanya Sistem Jaminan Sosial Nasional atau disingkat SJSN yang pemerintaak menargetkan akan terlaksana pada tahun 2014. pelakahsanaan SJSN ini merupakan kelanjutan dari sistem jaminan kesehatan masyarakat yang sudah dibuat pemerintah. Hanya saja, pengelolaan SJSN lebih sistematis di seluruh Indonesia. pemerintah sudah sangat aktif mempublikasikan sistem ini. Namun menurut saya, pemerintah terlalu memaksakan untuk menargetkan SJSN ini terlaksana di tahun 2014. Yang menjadi pertanyaan apakah pemerintah sudah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai baik secara formal maupun informal. selain itu, di dalam badan pemerintahan sendiri masih banyak perdebatan yang terjadi termasuk masalah penetapan tarif yang akan diberlakukan. memang dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak baik dari pemerintah maupun masyarakat.
    wassalamu’alaikum
    (Fitria Puspita dewi, mahasiswa MMR UMY 8B)

  12. Assalamu’alaikum wr.wb. Terimakasih dr. Boy atas pencerahaannya.
    Untuk menghadapi asuransi kesehatan yang dikeluarkan pemerintah (BPJS) ataupun asuransi swasta, Rumah Sakit perlu persiapan infra srtuktur dan sistem informasi yang lebih baik. Selain itu juga manajemen perlu mempersiapkan tata kelola klinis yang baik dan efisien sehingga dapat memperoleh kesesuaian tarif yang diajukan oleh asuransi dengan tarif Rumah Sakit. Salah satunya contoh dengan pembuatan alur klinis (clinical pathway) yang telah disetujui oleh Rumah Sakit dan Komite Medis.
    Wassalamu’alaikum w.wb.
    ( Ari Eko Priyanto, mahasiswa MMR angkatan 8C, NIM : 20121030097)

  13. aljunedpsycho berkata:

    Universal Coverage Assurance ini sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan Rumah Sakit (RS), maupun tujuan pencapaian pembangunan kesehatan di Indonesia. Seperti kita ketahui, Rumah Sakit merupakan unsur paling utama pada sistem pembangunan kesehatan yang mempunyai peran sangat penting, sekaligus sebagai peran kunci dari pembangunan kesehatan itu sendiri. Universal Coverage Assurance yang artinya asuransi kesehatan bagi seluruh penduduk Indonesia. Langkahnya dengan membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau lebih dikenal dengan BPJS, yang akan mulai dilaksanakan pada 1 Januari 2014.

    Pencapaian Universal Coverage Assurance ini membutuhkan persiapan yang sangat njlimet dan ketat, dikarenakan banyak sekali komponen dalam infrastruktur bidang kesehatan yang akan terlibat secara langsung bersama-sama masyarakat dan regulator. Lebih lagi, masih banyak persoalan serta isu di bidang kesehatan yang selama bertahun-tahun ini masih menggantung, belum terselesaikan. Seperti masalah dibidang dana APBN untuk kesehatan semakin kecil persentasenya, yaitu 3% sementara UU mengamanahkan 5%, baru 50% penduduk Indonesia yang telah terjamin asuransi kesehatan, itu pun 75%-nya merupakan jaminan dari pemerintah untuk masyarakat miskin, isu masalah besar lainnya yaitu edukasi dan sustainabilitas dari pembiayaan kesehatan di Indonesia, khususnya pembiayaan pemerintah, apakah anggaran saat ini cukup? atau kurang? menjadi polemik yang hangat. Sementara, faktanya adanya sisa anggaran yang tidak terserap di Kementerian Kesehatan RI. Isu menarik lain yaitu ekuitas pelayanan kesehatan antara daerah miskin dan kaya, pedesaan dan perkotaan. Disinyalir, bahwa kebijakan Jamkesmas/Jamkesda atau Jampersal hanya akan menguntungkan masyarakat perkotaan di daerah yang relatif kaya, seperti Jawa dan Sumatera. Hal ini mengingat ketersediaan pelayanan kesehatan di daerah tersebut relatif lebih merata ketimbang daerah lainnya, kemudian minimnya unit cost yang ditetapkan untuk program Jamkesmas/Jamkesda /Jampersal membuat banyak Rumah Sakit mempunyai tunggakan yang tak terbayarkan, dan masih banyak lagi masalah lainnya.

    Dengan adanya kuliah MMR ini, salah satunya yang diasuh langsung oleh Dr. dr. H. Boy Subirosa Sabarguna, MARS menjadi sangat bermanfaat dan berdaya guna bagi para calon Manajer atau Direktur RS, karena hal ini menjadi sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan Rumah Sakit (RS), maupun tujuan pencapaian pembangunan kesehatan di Indonesia. Dan diharapkan kita semua dapat mempunyai pandangan atau visi yang sama untuk memberikan masukan dan saran kepada pemerintah tentang pelaksanaan BPJS. Sehingga, seluruh kebutuhan stakeholder dapat terayomi dengan baik.
    Nama : Aljuned Prasetyo
    MMR – UMY : Angkatan 8c

  14. Dika Rizkiardi berkata:

    Assalamu’alaikum wr.wb. Terimakasih dr. Boy atas pencerahaannya.
    menurut saya dengan adanya Sistem Jaminan Sosial Nasional atau SJSN dapat memberikan pemerataan pelayanan kesehatan di Indonesia akan tetapi dibalik itu juga harus dipertanyakan kesiapan dari pemerintah dalam pengadaan fasilitas yang dapat mendukung sistem tersebut dan juga penetepan biaya yang akan diberlakukan dalam sistem tersebut. Oleh karena itu diperlukan kerjasama baik dari pemerintah ataupun masyarakat agar sistem SJSN ini dapat berjalan dengan baik.
    Nama : Dika Rizkiardi
    MMR – UMY : Angkatan 8A

  15. Assalamu’alaikum……
    terima kasih untuk semua materinya dr. boy,
    sedikit saya komentar mengenai SJSN itu sendiri, saya nilai banyak hal positif yang ada, semisal dengan adanya SJSN di harapkan seluruh warga negara bisa ter cover oleh jaminan kesehatan, walaupun mungkin butuh waktu untuk sampai ke situ, dan dengan adanya SJSN juga jenjang kesehatan diharapkan semakin ter struktur. Tapi disamping itu, pemerintah juga harus menyiapkan pelayanan kesehatan yang memadai untuk menampung peserta jaminan kelak, dan disini akan dimulai persaingan antar RS dalam menjaring dan menargetkan pasar mereka masing-masing.

    Nama: Wowo Masthuro Mahfud
    MMR – UMY: angkatan 8A

  16. Assalamu’alaikum, Wr. Wb.
    Terima kasih dr. Boy atas materi-materi kuliah yang telah diberikan. Menyinggung mengenai Program SJSN yang akan diberlakukan pemerintah pada tahun 2014, menurut saya pemerintah sudah tepat dalam memberlakukan program tersebut. dengan adanya SJSN diharapkan pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh masyarakat sehingga nantinya derajat kesehatan masyarakat akan meningkat, namun hal tersebut harus di dukung dengan pelayanan kesehatan yang memadai terutama di rumah sakit yang merupakan tempat pelayanan kesehatan, selain itu disisi lain untuk mendukung jalanya program tersebut harus ada hubungan kerjasama baik dari pemerintah maupun masyarakat.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    Nama : Surahman Hi. Ahdan
    MMR-UMY : Angkatan 8B

  17. Assalamualaikum dr boy memang sistem yang ada sekarang seperti : jamsostek,Askes,Taspen dll secara legal dikelola untuk mencari dana/keuntungan bagi pemerintah dan keterlibatan peserta dan pemberi kerja pada jamsostek dalam pengambilan keputusan hampir tidak ada. Adanya sistem ketidak adilan dimana pekerja sector informal dan orang tidak mampu tidak di mungkinkan masuk. SJSN mengubah itu semua. BPJS tidak mencari keuntungan untuk pemerintah akan tetapi mencari keuntungan untuk peserta. Akan tetapi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang akan dilaksanakan sebaiknya memang ditunda karena ada beberapa kelemahan.
    Beberapa kelemahan dalam UU itu antara lain tidak meng-cover bantuan sosial yang pesertanya tidak beriur, serta jaminan pensiun didasarkan pada manfaat pasti, bukan iuran pasti padahal dasar iuran pasti lebih baik.
    Di samping itu, menyangkut Dewan Sistem Jaminan Sosial Nasional (DSJSN) punya kelemahan, yakni struktur tidak lengkap, ketua potensial tidak tahu masalah jaminan sosial karena bukan eks menteri keuangan, serta pembatasan umur anggota yang mestinya tidak perlu.
    ’’Pasal yang mengatur mereka yang tak mampu iurannya ditanggung oleh negara akan memberatkan APBN dan tidak sesuai dengan prinsip kebersamaan bahwa antara pekerja, pemberi kerja, dan pemerintah harus beriur,’’JIKA UUD DAN ATURANNYA SUDAH DI REVISI SILAKAN DILAKSANAKAN”
    yang di harapkan dengan dilaksanaan SJSN, akan menghasilkan beberapa manfaat. Pertama, mewujudkan kemandirian dan ketahanan keuangan negara karena dana jaminan sosial merupakan salah satu sumber keuangan negara seperti di AS. Kedua, bisa menggerakkan pasar modal; dan ketiga, menanggulangi kemiskinan dan pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.
    Wassalamualaikum.Wr.WB

    Nama: Mohammad Irham Rifai
    MMR-UMY: Angkatan 8A

  18. Assalammu’alaikum Wr Wb..
    terima kasih dr.Boy Sabarguna atas materi yang sudah diberikan.. semakin hari memang semakin sering kita dengar masalah SJSN atau sistem jaminan sosial nasional. Pelaksanaan SJSN merupakan kelanjutan dari sistem jaminan kesehatan masyarakat yang sudah dibuat pemerintah. Hanya saja, pengelolaan SJSN lebih sistematis di seluruh Indonesia. dengan SJSN, masyarakat yang tidak memiliki jaminan sosial, rumah sakit tidak boleh menolak masyarakat untuk berobat, Dengan berlakunya SJSN tersebut seluruh warga akan dijamin pelayanan kesehatan. Pemerintah membayar iuran premi untuk warga miskin, sementara untuk warga pekerja informal yang gajinya tidak tetap, perlu diatur lagi.
    semoga SJSN bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan

    Nama:Destriyanti Rukmana Sari
    NIM: 20121030011

  19. Assalamu’alaikum, Wr. Wb.
    Matur nuwun dr. Boy atas materi-materi kuliah yang telah diberikan kepada kami, Menyikapi mengenai Program SJSN yang akan diberlakukan pemerintah pada tahun 2014, menurut saya masih banyak kendala yang nantinya akan dihadapi pemerintah maupun peserta, seperti perlu dibahas dan diinformasikan secara luas tentang standar jaminan kesehatan. Dalam sistem jaminan sosial, tidak boleh ada perbedaan besaran iuran dan kualitas layanan, sehingga kualitas layanan tidak menurun karena mereka sudah membayar dalam jumlah tertentu dengan kualitas layanan tertentu pula. Pendidikan dan pelatihan kepada semua elemen yang terlibat dalam sistem ini sangat diperlukan agar program yang memiliki tujuan yang baik ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. tidak kalah pentingnya adalah pendekatan formalitas dan badan hukum yang akan digunakan sistem jaminan kesehatan. Seperti yang pernah dikritisi oleh Said Didu seorang mantan semen BUMN yang mengatakan bahwa “Nanti, orang berobat patah tulang ke Cimande dan sembuh tidak ditanggung, sementara yang berobat ke dokter dengan kaki dipotong dibayar badan penyelenggara jaminan sosial,” kata Said. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus dari pemerintah.
    Menurut hemat saya, Pemerintah sudah tepat dalam memberlakukan program tersebut. dengan adanya SJSN diharapkan pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh masyarakat sehingga nantinya derajat kesehatan masyarakat akan meningkat, serta kita tidak lagi tertinggal dengan negara-negara lainnya,terutama negara tetangga kita seperti Malaysia yang sudah terlebih dahulu mengaplikasikan sistem jaminan asuransi bagi rakyatnya.
    Mari kita berkontribusi bagi kesuksesan program SJSN 2014!
    Terimakasih Wassalamu’alaikum wr.wb.

    Nama : Muhammad Agita Hutomo
    MMR-UMY : Angkatan 8A

  20. Muhammad Fauzi berkata:

    Assalamu’alaikum War. Wab.
    Terima kasih dr. Boy atas materi-materi kuliah yang telah diberikan. Mengenai program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang akan diberlakukan pemerintah. Kalau SJSN ini resmi diberlakukan di tahun 2014 maka masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus khawatir dengan biaya karena ada asuransi. Jadi, kalau kita tiba-tiba sakit, dan belum memiliki uang, kita tidak perlu kewatir, karena kita sudah punya asuransi yang nanggung biayanyanya. Tapi pengetahuan masyarakat akan asuransi masih sangat minim. Masyarakat kita belum banyak yang berpikir bahwa menyisihkan uang untuk investasi biaya kesehatan itu perlu dan bermanfaat. Kebanyakan mereka masih berpikir “Ooooo hari ini saya makan ini, besok mau makan ini, saya harus beli ini dan itu”. Uang yang ada hari ini sudah jelas akan habis untuk apa. Untuk beli apa, dan sebagainya. Dengan kata lain kebanyakan masyarakat kita masih berjiwa “konsumtif” sementara hanya sedikit yang berjiwa “wirausaha”. Jarang banget yang sudah berpikir untuk berinvestasi kedepannya. Menurutku, pemerintah patut menyadari hal ini sebelum menjalankan SJSN bahwa kita harus mengubah terlebih dahulu pandangan masyarakat dari “konsumtif” menjadi “enterpreneur” supaya masyarakat sadar bahwa Asuransi merupakan investasi untuk kesehatan. Dan apabila SJSN emang benar-benar resmi diberlakukan di tahun 2014 sebaiknya pemerintah dapat meng-cover semua kalangan masyarakat sehingga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat kita.

    Nama : Muhammad Fauzi
    MMR-UMY : Angkatan 8 B

  21. bywulansuci berkata:

    Assalamualaikum wr wb
    Terima kasih dr. Boy atas kuliahnya.
    Senang rasanya mendengar bahwa Indonesia sebentar lagi akan menerapkan Sistem Jaminan Sosial Nasional atau sering dikenal dengan SJSN yang berarti nantinya segala pembiayaan kesehatan meliputi biaya periksa, berobat akan dihandle oleh yang namanya asuransi. Sehingga Masyarakat yang notabene digolongkan “miskin” juga dapat mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa khawatir dengan biaya karena ada asuransi sosial yang menanganinya. Ini merupakan kemajuan dan patut diacungi jempol, tetapi melihat situasi bangsa ini yakinkah SJSN akan berjalan?

    Sebagai ilustrasi, apabila asuransi yang digunakan mengharuskan masyarakat untuk membayar premi katakanlah tahunan. Apakah mereka mau untuk membayarkan itu? Terlepas dari urusan birokrasi yang notabene “njlimet”, saya pribadi akan menjadi pesimis untuk menjawab “Ya” kalau tidak diiringi dengan penyadaran masyarakat akan asuransi, karena masyarakat kita belum banyak yang berpikir bahwa “sisihkan uang untuk investasi biaya kesehatan” itu sangat bermanfaat, kebanyakan mereka masih berpikir “Ooooo hari ini saya makan ini, besok mau makan ini, saya harus beli ini dan itu”. Dengan kata lain kebanyakan masyarakat kita masih berjiwa “konsumtif” sementara hanya sedikit yang berjiwa “wirausaha”. Kita berlomba-lomba untuk membeli sepeda motor, televisi atau apalah tetapi kita selalu lupa akan menginvestasikan sedikit uang kita untuk asuransi. Sekedar usul saja, hal ini patut menjadi sorotan kita sebelum menjalankan SJSN, kita juga harus mengubah pandangan dari “konsumtif” menjadi “enterpreneur” supaya masyarakat sadar bahwa Asuransi merupakan investasi untuk kesehatan.

    Pertama, jelas kepercayaan akan asuransi harus tertanam dalam jiwa kita, karena tanpa adanya rasa itu kita tidak bisa secara totalitas mengikutinya, dan yang terakhir, berpikirlah bahwa uang yang kita bayarkan untuk premi asuransi itu sebagai “menyumbang” atau arisan ketidakberuntungan, atau bisa juga uang premi itu dianggap sebagai uang sial yang harus dibuang dan jangan dipikirkan lagi setelah membayarnya dan jangan berharap untuk mendapatkannya karena kalau kita mengharapkan uang kita kembali itu sama saja mengharapkan kita jatuh sakit, walaupun ada yang mengatakan bahwa sakit juga merupakan nikmat.

    So sebagai menurut hemat saya, sebelum menerapkan SJSN haruslah berpikir terlebih dahulu bagaimana mengubah mentalitas bangsa, supaya muncul kesadaran untuk meng”investasi” kan secuil dari hartanya untuk arisan ketidakberuntungan.

    Terima kasih.
    Wulan Suci
    20121030040

  22. Assalamualaikum wr. wb.. Terimakasih dok atas materi yang disampaikan..
    Seperti yang telah kita ketahui pemerintah akan memberlakukan Sistem Kesehatan Nasional yang baru yang akan dilaksanakan per tanggal 1 Januari 2014 dibawah nama SJSN atau Sistem Jaminan Sosial Nasional. Tapi, apakah kawan semua tahu apa itu SJSN? Terlebih lagi apa yang dimaksud dengan BPJS itu? Nah, dalam tulisan ini akan dibahas mengenai konsep dasar yang berkaitan dengan SJSN, dan tentunya sebagai tenaga kesehatan atau mahasiswa kesehatan terutama keperawatan harus mengetahui sedikitnya konsep dari sistem ini.

    SJSN merupakan sebuah sistem perlindungan sosial yang diharapkan mampu memberikan manfaat berupa jaminan sosial bagi seluruh penduduk Indonesia. Hal ini didasarkan pada Amandemen Undang-undang Dasar 1945 pasar 28H ayat 3 dan pasal 34 ayat 2 yang diwujudkan dalam penyusunan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004[1]. Bentuk jaminan sosial ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kesehatan yang paling penting. Sifat dari jaminan ini adalah wajib, selaras dengan tujuan pembentukan Negara Indonesia yang menganut paham Negara kesejahteraan atau welfare state. SJSN memiliki turunan yaitu Sistem Kesehatan Nasional, yang memiliki target seluruh lapisan masyarakat dan penduduk Indonesia terjamin kesehatannya dengan sistem ini. Jika di Indonesia terkenal dengan SKN, maka di Amerika dikenal dengan Obama Care, yang pada dasarnya memiliki cita-cita yang sama yaitu universal health coverage. Miniatur kecilnya adalah Sistem Jaminan Kesehatan milik Pemda DKI, namun SKN akan lebih luas lagi dan lebih kompleks.

    Lalu bagaimana dengan pembiayaan dan pengelolaan? Karena sistemnya terpusat, maka maka konsep pembiayaan dan pengelolaan akan menjadi satu dan ditangani oleh satu badan yaitu BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Badan inilah yang menjadi satu-satunya “Asuransi Negeri” bagi seluruh penduduk Indonesia. Semua jaminan sosial termasuk kesehatan, BPJS lah yang mengatur, tidak ada lagi pihak Askes atau Jamsostek.

    Seperti yang disinggung diatas, sistem kesehatan nasional memiliki dua komponen penting, aspek pendanaan dan layanan kesehatan. Komponen pendanaan ini menggambarkan dan mengatur sumber-sumber keuangan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan penduduk Indonesia. Nah, sumbernya terdiri dari 5; pendanaan langsung dari masyarakat yang dibayarkan secara langsung kepada fasilitas kesehatan, dana dari pemerintah atau Pemda, pembayaran iuran asuransi wajib yang diatur dalam UU SJSN, pendanaan  dari pihak luar seperti pemberi kerja atau peserta asuransi, dan bantuan dari dalam maupun luar negeri. Sumber pendanaan dari iuran wajib nantinya akan dikelola oleh BPJS, sementara pendanaan dari kantong perorangan/keluarga, pemberi kerja baik langsung atau melalui asuransi kesehatan swasta akan menjadi sumber dana tambahan untuk layanan kesehatan perorangan. Sedangkan dana dari pemerintah/Pemda akan tetap diperlukan sebagai bantuan iuran bagi penduyduk miskin dan tidak mampu serta pendanaan program kesehatan masyarakat yang bukan bersifat perorangan.

    Komponen layanan kesehatan dalam konteks penyediaan layanan kesehatan untuk perorangan, BPJS Kesehatan akan “membeli” layanan kesehatan dari fasilitas kesehatan umum dan swasta dengan harga yang dinegosiasikan per tingkat wilayah. Sehingga “harga” per wilayah bervariasi tergantung dari wilayah tersebut. Karena BPJS Kesehatan akan membeli sejumlah layanan kesehatan umum maupun swasta, maka diharapkan pihak swasta suatu saat nanti membuka akses layanan kesehatan di daerah, karena semakin ke daerah, “harga” layanannya berbeda dengan di kota atau pusat. Inilah yang menjadi konsep harapan ekuitas dalam kesehatan, sehingga akses pelayanan kesehatan benar-benar mencakup seluruh wilayah di Indonesia. Dengan demikian, BPJS memiliki peranan yang penting dalam mengatur kesejahteraan penduduk Indonesia.

    Itulah gambaran sedikit mengenai Sistem Kesehatan Nasional yang akan diterapkan pada tahun 2014 nanti. Semoga dengan adanya sistem ini, jaminan kesehatan penduduk Indonesia menjadi lebih besar dan terlindungi semuanya, tanpa memandang kasta sosial. Seluruh penduduk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang sama, dengan fasilitas yang sama setiap kelas, tidak ada perbedaan, kecuali membeli sejumlah layanan tingkat lanjut yang eksklusif yang tidak disediakan oleh BPJS.

  23. Susilo Setiawan berkata:

    assalamuallaikum wr.wb dr. boy
    saya sudah membaca kuliah dokter boy tentang asuransi kesehatan prespektif rumah sakit
    menurut saya kuliah ini bermanfaat sekali,….
    tapi maaf dr boy saya mau berpendapat jika untuk pelaksanaan SJSN 2014 sendiri menurut saya masih jauh dari harapan, karena masih banyak sekali rumah sakit di indonesia yang belum siap untuk SJSN sendiri dikarenakan beberapa faktor diantaranya, Pengetahuan SJSN yang belum mereka dapat dan juga Sumber Daya Manusia di rumah sakit yang belum siap.
    SJSN sendiri merupakan program lama yang sudah disiapkan sejak beberapa tahun sebelumnya, tetapi dengan melihat keadaan di lapangan pemerintah dirasa kurang serius dalam mengaplikasikan program ini. Sehingga harapannya pemerintah lebih gencar untuk promosi ke rumah sakit terutama rumah sakit di daerah pinggir.

    Selain ke rumah sakit pemerintah juga harus memberikan informasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan SJSN 2014 karena sampai saat ini masyarakat masih banyak yang belum tahu tentang SJSN

    terima kasih
    Susilo Setiawan
    Mahasiswa MMR UMY Angkatan 8A

  24. terima kasih, slide kuliah asuransi kesehatan nasional yang dibagikan oleh dr Boy membawakan perspektif baru bagi pemikiran manajemen kesehatan yang dwirupa yaitu etika sekaligus bisnis. Menurut saya, hal tersebut membawa kita pada empat cara pandang yang harus dilakukan apabila kita ingin terjamin pelaksanaan jaminan sosial nasionalnya secara paripurna dan sukses berjangka panjang. Pertama, menggalang political support untuk pelaksanaan sistem tidak hanya sebagai penegak aturan dan ppengawasan namun juga menjamin bahwa sistem tepat guna dan terbuka dengan evaluasi. Kedua, memperkuat komitmen pemangku kepentingan untuk mendukung transformasi penuh dari PT ke bentuk BPJS yang berbentuk badan hukum publik. Ketiga, penetapan peraturan pelaksaan UU SJSN dan UU BPJS. Keempat, tingkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta program jaminan sosial, melalui sosialisasi intensif manfaat asuransi dan peningkatan pelayanan pilar kesehatan.

    FITRI RIZKIA PUTRI
    MAHASISWI MMR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
    20121030017

  25. Assalamualikum dokter boy.. Saya sudah membaca tentang materi dokter dan tentang kuliah lain tentang sjsn 2014..
    Saya setuju tentang program pemerintah untuk diadakan sistem jaminan sosial yang akan dimulai tahun2014 karena menurut saya terdapat beberapa keuntungan sekaligus terdapat beberapa kendala. Salah satu kendala nya adalah penduduk indonesia yang terlalu banyak dan tersebar, kerena menyangkut tentang proses penarikan premi, karena tidak semua penduduk inodnesia tidak semua yang bekerja secara formal dimana yang dapet ditarik dari gaji mereka setiap bulan.
    Lalu bagaimana pendapat dokter dalam menyikapi hal tersebut?
    Wassalamualaikum Wr.Wb
    Terimaksih dok..

    Shabrina Ari Rahmaniar MMR angkatan 8A

    • sabarguna berkata:

      JAKARTA 16 FEB. 2013.
      TERIMA KASIH.
      ITULAH TANTANGANNYA, yang harus diupayakan.
      PEMERINTAH HARUS BERTANGGUNG JAWAB terhadap orng miskin dan untuk masyarakat SETENGAH MISKIN seharusnya dapat leboh memberdayakan POSYANDU, TAKHANYA PENIMBANGAN tetapi PENGUMPULAN DANA ASURANSI, kalau dulu namanya BERAS JIMPITAN.
      SEMOGA.
      dr. Boy

  26. Resanov berkata:

    Salam super dr.boy semoga senantiasa diberi kesehatan…
    Dari hasil apa yg sudah saya baca dr web bpk..terutama pada topik asuransi,yaiu universal coverage,saya melihat memang inilah yg dibutuhkan oleh bangsa kita utk mengakhiri daripada kesenjangan dala pelayanan kesahatan pd masyarakat.memang ada beberapa kekurangan pd sistim ini terutama perdebatan dr pada income yg nantinya d dpatkan oleh dokter ppk…namun hal ini semoga dapat ketemu jalan keluarnya secr win-win solution demi terciptanya kesetaraan pelayanan kesehatan dan penunjang misi dunia yg tercantum dlm MDG’s…akhirul kalam..terimakasih kpd dr.boy atas ilmu yg diberikan.saya ucapkan terimakasih

    Salam hormat saya

    Resanov Adr Rahmanda S,Ked
    MMR angkt 8 kelas B

  27. Hilma Nadhifa berkata:

    assalamualaikum dokter.
    mencermati kondisi saat ini yang marak dibicarakan mengenai asuransi kesehatan, menurut pandangan saya bahwa tujuan dari sistem kesehatan yang dibangun adalah tercapainya kesejahteraan kesehatan bagi seluruh masyarakat indonesia. Asuransi kesehatan sendiri merupakan salah satu jalan dalam mencapai hal tersebut. Namun selama ini dapat dikatakan bahwa sistem asuransi yag ada di negara ini cenderung menyulitkan. Dalam artian sistem yang belum matang dalam penerapan mengakibatkan carut marutnya pelaksanaan sistem. Kemudahan bagi pencapaian kesehatan seluruh masyarakat justru akan menjadi menyulitkan dibanding kemanfaatannya. Oleh karena itu dalam menyikapi isu yang marak mengenai asuransi kesehatan terutama SJSN 2014 maka perlu pematangan infrastruktur dan sosialisasi yang lebihjauh lagi.
    Bahwa sebenarnya asuransi kesehatan akan benar-benar bermanfaat menjadi program yang menjamin dan mensejahterakan kesehatan masyrakat kesesluruhan.
    Terimakasih

    Hilma Nadhifa Mujahidah / 20121030021
    Mahasiswa MMR UMY angkatan 8A

  28. Terimakasih slide nya dr.Boy. sangat menarik tentang program pemerintah tentang pengembangan jaminan kesehatan berupa SJSN yang diarahkan untuk mencapai “universal health coverage”, dimana senantiasa terjadi interaksi dari peserta, penyedia pelayanan kesehatan yakni fasilitas kesehatan serta BPJS kesehatan.
    meskipun demikian menurut hemat saya, telah terjadi kesalahpahaman dalam memahami hal tersebut, dimana kekeliruan paham banyak pejabat dan ahli Indonesia yang memahami bahwa jaminan sosial adalah program membantu rakyat miskin, memberikan sedekah atau membantu kaum duafa yang sifatnya temporer sehingga ini pula yang menyebabkan sistem ini tidak berkembang dengan baik. Selain itu, menurut saya BPJS seharusnya berbeda dengan penyelenggara jaminan sosial yang sudah ada saat ini sehingga BPJS tidak boleh mencari profit atau kalaupun ada profit harus dikembalikan pada yang berhak dan tidak untuk keperluan komersial/bisnis.
    Dewan Jaminan Sosial Nasional menurut saya juga harus lebih dipertegas lagi tugas, peranan, dan fungsi yang diinginkan untuk tercapai melaluinya, agar keberadaannya lebih efektif dan efisien dalam rangka pelaksanaan SJNS serta pengawasan terhadap pelaksanaannya.

    Dini Desi Harmatiwi ,mahasiswa MMR UMY kelas 8A (20121030012)

  29. Bangun Dwi L berkata:

    assalamualakaum dr boy…. terimakasih atas kuliahanya yang luarbiasa dok.. seperti yang kita ketahui pemerintah akan meberlakukan sistem jaminanan kesehatan nasional pada tahun 2014 mendatang … kalau menurut saya,, dilihat dari pengertian sjsn sendiri harusnya memiliki prospek yang bagus sekali untuk di berlakukan diindonesia saat ini, tapi apakah bisa pemerintah indonesia menjalan kan program sjsn ini seperti hal nya di negara-negra lainnya, memang untuk sjsn ini sangat lah membantu untuk masyarakat indonesia yang kebanyakan dari kalangan menengah kebawah sehingga mereka mendapat keringanan biaya untuk kesehatan dan juga mutu pengobatan yang layak , tetapi apakah dari pihak rumah sakit yang ada di indonesia saat ini sudah siap untuk melaksanaikan program tersebut… dan juga dari pihak pemerintah sendiri apakah sudah bisa menyediakan cukup dana untuk membiayai program tersebut,, saya dengar juga masih ada selisih pendapat antara pemerintah dengan IDI mengenai biaya untuk sjsn itu sendiri…

    bangun dwi laksana
    mahasiswa mmr angkatan 8B

  30. Karina Iyin berkata:

    Assalamualiakum..
    sebeelumnya salya mau mengucapkan terimakasih atas kuliah yang telah diberikan.

    mengenai SJSN, saya setuju akan di canangkan program ini dimana tujuannya memberikan pelayanan kesehatan yang baik tanpa membeda-bedaan status sosial. dan dengan ini dapat meringankan beban warga kurang mampu dalam mengobati sakitnya sehingga sangat besar dirasakan manfaatnya. Namun saya ragu dalam pelaksaannya ini dapat sukses sperti yang diharapkan. Bagaimana dengan pembayaran premi yang harus diangsurkan?lalu bagaimana dengan org yang melanggar ini?tidakkah mereka merasa keberatan?lalu bagaimana dengan kualitas pelayanan kesehatan kita?? akankah program ini akan memberi dampak negatif, seperti warga negara yang tidak memperhatikan kesehatannya lagi, karena dinilai bila sakit sedikit, mereka dapat pengobatan gratis dengan mudah? lalu bagaimana dengan rumah sakit yang menampung banayk pasien?dengan banyaknya pasien, akankah pelayanannya menjadi bermutu?bagaimana dengan beban kerja dokter dan tenaga medis lainnya bila terjadi “pembludakkan pasien”? dan masih banyak hal lain yang dapat menjadi masalah serta diperlukan pengawas dalam menjalankan program ini.

    Saya berharap program ini dapat berjalan baik. Bagaimanapun, setiap orang berhak atas hidup yang sehat dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Tidak ada salahnya dalam mencoba program ini, dan pastinya selalu ada evaluasi dan perbaikkan untuk program ini sehingga tujuannya tercapai seperti yang diharapkan. terciptanya masyarakat yang sehat dan kualitas pelayanan kesehatan yang baik tanpa membedakan status sosial.

  31. Karina Iyin berkata:

    mengatakan:
    11 Februari 2013 pada 2:49 pm

    Assalamualiakum..
    sebeelumnya salya mau mengucapkan terimakasih atas kuliah yang telah diberikan.

    mengenai SJSN, saya setuju akan di canangkan program ini dimana tujuannya memberikan pelayanan kesehatan yang baik tanpa membeda-bedaan status sosial. dan dengan ini dapat meringankan beban warga kurang mampu dalam mengobati sakitnya sehingga sangat besar dirasakan manfaatnya. Namun saya ragu dalam pelaksaannya ini dapat sukses sperti yang diharapkan. Bagaimana dengan pembayaran premi yang harus diangsurkan?lalu bagaimana dengan org yang melanggar ini?tidakkah mereka merasa keberatan?lalu bagaimana dengan kualitas pelayanan kesehatan kita?? akankah program ini akan memberi dampak negatif, seperti warga negara yang tidak memperhatikan kesehatannya lagi, karena dinilai bila sakit sedikit, mereka dapat pengobatan gratis dengan mudah? lalu bagaimana dengan rumah sakit yang menampung banayk pasien?dengan banyaknya pasien, akankah pelayanannya menjadi bermutu?bagaimana dengan beban kerja dokter dan tenaga medis lainnya bila terjadi “pembludakkan pasien”? dan masih banyak hal lain yang dapat menjadi masalah serta diperlukan pengawas dalam menjalankan program ini.

    Saya berharap program ini dapat berjalan baik. Bagaimanapun, setiap orang berhak atas hidup yang sehat dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Tidak ada salahnya dalam mencoba program ini, dan pastinya selalu ada evaluasi dan perbaikkan untuk program ini sehingga tujuannya tercapai seperti yang diharapkan. terciptanya masyarakat yang sehat dan kualitas pelayanan kesehatan yang baik tanpa membedakan status sosial.
    Masuk untuk membalas.

    KARINA MMR 8A
    2012 1030 025

  32. Eka Fitriyani berkata:

    Assalamualaikum wr. wb dr. BOY…..
    Terimakasih banyak dok untuk kuliahnya yang sangat menarik.
    Memang apabila kita membicarakan tentang pemberlakuan sistem jaminan kesehatan nasional (SJSN) yang akan mulai diberlakukan mulai tahun 2014 kita masih dihadapkan pada keuntungan dan kerugian dari pemberlakuan SJSN tersebut, hal ini dikarenakan indonesia masih tergolong pemula dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan meskipun memang sebelumnya di indonesia sudah terdapat ASKES, JAMSOSTEK, JAMKESMAS, JAMKESOS, JAMKESDA . tetapi asuransi-asuransi tersebut dalam pengelolaannya masih terkotak-kotak dan selama ini belum 100% berhasil dengan yang diharapkan oleh pemerintah karena tidak tepat sasaran.
    Dengan diberlakukannya SJSN tahun 2014 seharusnya pemerintah sudah mulai memberikan penyuluhan kepada masyarakat mulai sekarang, karena masih banyak masyarakat yang belum mengerti apa itu SJSN dan bagaimana mereka dapat mengakses jaminan kesehatan tersebut.
    Eka Fitriyani
    Mahasiswa MMR UMY Angkatan 8B

  33. Assalamualaikum dr.boy..
    Saya mengucapkan terimakasih atas kuliah yang telah diberikan.

    Mengenai sistem SJSN yang akan berjalan mulai tahun 2014, saya setuju dengan diadakannya sistem tersebut. Karena dengan adanya sistem tersebut sangat membantu masyakat yang kurang mampu, khususnya dalam bidang kesehatan. Makin tingginya tarif pengobatan saat ini, membuat mereka merasa ketakutan untuk berobat. Dengan adanya sistem ini, masyarakat akan memdapatkan fasilitas kesehatan yang lebih baik dan sesuai dengan yang dibutuhkan. Namun,saya sedikit ragu program ini akan berjalan dengan baik. Dikarenakan dengan adanya program ini, masyakata akan mudah untuk mengeluh sakit dan lebih sering untuk datang ke fasilas kesehatan, dampak dari hal tersebut adalah menumpuknya pasien di RS atau fasilitas kesehatan lain. Sehingga dibutuhkan penjelasan lebih dini mengenai sistem kerja SJSN ini dan dalam pelaksanaannya pemerintah perlu mengawasi jalannya sistem tersebut.
    Terimakasih. Wassalamualaikum.

    Martika Intan
    Mahasiswa MMR UMY 8A – 20121030026

  34. Assalammu’alaikum Wr Wb..
    sebelumnya terima kasih dr.Boy Sabarguna atas materi yang sudah diberikan.
    menurut saya program Sistem Jaminan Sosial Nasional ada positif dan negatifnya. tergantung orang menilai dari sudut pandangnya masing-masing. menurut sepemahaman dan artikel yang telah saya baca tentang BPJS dengan SJSN nya yang telah dirancang dan akan diberlakukan tahun 2014, merupakan bentuk asuransi tetapi negara yang mengelola, dengan kata lain adalah suatu asuransi nasional dengan premi yang harus dibayarkan wajib oleh warga negaranya. apabila warga menolak membayar premi maka akan diberlakukan berbagai sanksi. permasalahannya adalah apakah setiap warga indonesia mampu membayar premi nya?apakah justru program ini malah memberatkan bagi warga yang tidak mampu? semacam mengeksploitasi warga negaranya.
    memang bagi general Practitioner program ini lumayan menguntungkan. pasti ada pro dan kontra untuk setiap kebijakan.
    apabila ada pemahaman saya yang keliru mohon dibetulkan ya dok.

    Suci Nurannisa Yusuf
    Mahasiswa MMR 8B

  35. Arian Surya berkata:

    Assalamualiakum dr.Boy…
    terimakasih atas kuliah yang telah disampaikan semoga materi tersebut dapat berguna untuk pengembangan kelilmuan kami. Menurut saya dari berbagai sudut pertimbangan baik dari aspek penentu kebijakan, unsur penting sistem pembiayaan dan realitas lapangan maka arah reformasi sistem pembiayaan kesehatan yang berbasis asuransi kesehatan merupakan pilihan yang tepat. Namun dalam pengembangannya, arah sistem pembiayaan kesehatan yang berbasis asuransi kesehatan di Indonesia harus diperhatikan beberapa unsur penting seperti efisiensi, kualitas, keterjangkauan (affordability), keberlanjutan (sustainability), subsidi silang, keadilan dan pemerataan (equity), portabilitas dan desentralisasi. Sifat Masyarakat indonesia yang majemuk menjadi tantangan tersendiri untuk keberhasilan penetapan sistem asuransi di indonesia. Masyarakat kalangan menegah kebawah harus benar2 paham dan tersentuh oleh perubahan paradigma pembayaran kesehatan ini, jangan sampai hal ini disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga dapat mengurangi kemanfaatan dari sistem baru ini..

    Arian Surya
    20121030006
    Mahasiswa MMR UMY 8A

  36. Assalamu’alaikum..
    Materi yang menarik untuk terus didiskusikan dokter. Masih banyaknya problem penyelenggaraan jaminan sosial di Indonesia sehingga akan menyulitkan dalam operasionalisasi SJSN di masa datang, sehingga untuk kemungkinan keberhasilan implementasi program ini dimasa mendatang menurut saya masih meragukan. masalah seperti : (i) masih ditemukan rendahnya upah pekerja yang bervariasi (ii) rendahnya iuran program jaminan sosial yang sekarang berlaku kurang dari 20% upah; (iii) rendahnya tingkat kepatuhan peserta terhadap program wajib; (iv) lemahnya penindakan hukum; (vi) terbatasnya jumlah pengawas jaminan sosial untuk melakukan penindakan hukum dan (vii) terbatasnya kewenangan BPJS (viii) terbatasnya SDM, hal tersebut sangat perlu diperhatikan. Dalam implementasi SJSN ke depan masih dihadapkan pada tantangan-tantangan yang berat sebagaimana dijelaskan di atas bahwa apabila tidak diatasi dalam rentang waktu paling lama 5 tahun, maka operasionalisasi program SJSN oleh kedua BPJS akan mengulang hal yang sama yang selama ini terjadi. Sekalipun kepesertaan program SJSN bersifat universal dengan program yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan jaminan sosial bagi seluruh warga negara telah dirancang sedemikian rupa belum menjadi jaminan. Masih banyak yang perlu dibenahi sebelum mengimplementasi sitem yang baru.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum.

    Lisna Kurnia Rezky
    Mahasiswi MMR Angkatan 8B – 20121030060

  37. assalamualaikumwrwb,,terimakasih dok atas kuliah yg diberikan…
    di forum ini saya ingin menanyakan sama dokter ttng “gambar.1 konsep pengembangan klinik untuk jaminan sosial nasional” di side 9. digambarkan di paling atas ada “pendidikan peserta agar bertanggung jawab”, kata ini sebenarnya yang bertanggung jawab nantinya siapa dok? apakah provider kesehatan atau SJSN atau siapa dok? dan penerapannya bagaimana????terimakasi 🙂

  38. ssalamualaikumwrwb,,terimakasih dok atas kuliah yg diberikan…
    di forum ini saya ingin menanyakan sama dokter ttng “gambar.1 konsep pengembangan klinik untuk jaminan sosial nasional” di side 9. digambarkan di paling atas ada “pendidikan peserta agar bertanggung jawab”, kata ini sebenarnya yang bertanggung jawab nantinya siapa dok? apakah provider kesehatan atau SJSN atau siapa dok? dan penerapannya bagaimana????terimakasi, wsswrwb 🙂

    Zaebatul Andriani
    Mahasiswi MMR UMY 8B
    20121030079

  39. Eka ECool berkata:

    assalamu’alaikum wr. wb dr.boy
    makasih atas kuliahnya
    dengan adanya SJSN, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dindonesia terutama masyarakat miskin dapat mendapatkan biaya yang lebih ringan dalam pengobatannya (tidak ada orang sakit yang tidak diobat hanya karena ia tidak punya cukup uang).jaminan kesehatan SJSN merupakan suatu sistem jaminan kesehatan yang perlu segera direalisasikan di Indonesia. dan sebaiknya diikuti dengan beberapa kebijakan terkait dengan pemerataan dan biaya yang harus dikeluarkan pemerintah. Pemerintah perlu untuk menetapakan standar biaya pengobatan termasuk standar pelayanan dokter dan harga obat-obat, mendukung kemudahan akses pelayanan kesehatan dengan infrastruktur yang memadai dan terakhir menugaskan PT Askes sebagai BPJS dalam hal jaminan kesehatan untuk efisiensi bagi Pemerintah dan menjamin kualitas pelayanan SJSN.
    dan untuk mencapai itu perlu dilakukan sosialisasi terhadap masarakat di seluruh indonesia
    terimakasih
    wa’alaikumsalam wr.wb

    DIAH EKAWATI-20121030053- Mahasiswa MMR 8B

  40. Andryansyah Ndry berkata:

    Menurut pendapat saya,
    Sebelumnya perlu mengevaluasi kerjasamanya dengan fasilitas kesehatan. Terutama sehubungan dengan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta dan sistem pembayaran kepada fasilitas kesehatan. Tujuannya agar mutu pelayanan yang diberikan kepada peserta lebih memuaskan. Dengan demikian, pelaksanaan universal coverage pelayanan kesehatan yang bertepatan dengan beroperasinya SJSN tahun 2014, menjadi solusi bagi pemenuhan hak penduduk untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas.
    Pemerintah sendiri perlu segera menetapkan peraturan pelaksanaan yang mendukung beroperasinya SJSN, sebagai payung hukum yang bersifat operasional bagi penyelenggaraan program jaminan kesehatan. Jika tidak, universal coverage jaminan kesehatan hanya sebuah wacana.
    (Andryansyah – Mahasiswa MMR UMY 8B)

  41. Dewi Patompo berkata:

    Assallammu’allaikum wr wb.
    Terimakasih dr.Boy untuk materi kuliah yang diberikan.
    Seperti yang diketahui bahwa pemerintah akan mengadakan program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sebagai kelanjutan dari sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat, dimana program SJSN ini akan diadakan pada tahun 2014.  Sebelum diadakannya Program SJSN ini, sebaiknya pemerintah mengevaluasi apakah fasilitas yang ada atau yang ditawarkan oleh pemerintah sudah tercukupi dengan baik atau belum, serta bagaimana nantinya pemerintah memberlakukan sistem tarif yang akan dikenakan oleh masyarakat, jangan sampai Sistem yang diusung untuk membantu masyarakat malah menjadi beban bagi masyarakat. Program SJSN juga harus memiliki peraturan-peraturan yang tegas dan jelas, misal pasa 17 (4): Iuran program jaminan sosial bagi fakir miskin dan orang yang tidak mampu dibayar oleh Pemerintah. Pekerja di sektor informal: petani, nelayan, pedangang yang tidak masuk kategori ‘miskin’ wajib membayar premi.  Pada pasal ini harus jelas kriteria “fakir miskin”  itu seperti apa, jangan sampai disalahgunakan oleh aparat terkait ataupun masyarakat. 
    Pada program SJSN yang nantinya akan diberlakukan oleh pemerintah ini juga perlu sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat benar-benar paham tentang hak dan kewajibannya. 

    Tetapi dalam program SJSN ini juga terdapat pertanyaan yang menggelititik, seperti dalam SJSN  memiliki kesan mengalihkan jaminan sosial dari hak warga negara menjadi kewajiban warga negara. Mengapa demikian? Persoalannya adalah baik pada UU SJSN dan RUU BPJS termuat bahwa rakyat dipungut iuran (Pasal 8 tentang Tugas BPJS) untuk mendapatkan jaminan sosial dan wajib menjadi peserta (Pasal 11 tentang kepesertaan).  Sedangkan pada teori yang ada jaminan sosial merupakan hak rakyat yang telah dijamin oleh negara dan UU sehingga apa yang diatur dalam RUU BPJS bukan jaminan sosial melainkan asuransi sosial. Pada UU SJSN pasal 19 (ayat 1) misalnya tertulis, “Jaminan kesehatan diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip ekuitas”.

    Jaminan sosial dan asuransi sosial tentu adalah hal yang berbeda. Jika jaminan sosial merupakan hak yang didapatkan oleh rakyat dari negaranya. Maka asuransi sosial justru menggambarkan sebuah permintaan dan penawaran terhadap suatu pelayanan, antara konsumen dan penyedia layanan dengan sistem premi.

    Pada jaminan sosial, rakyat merupakan pihak yang otomatis mendapatkan jaminan dari negara. Pemberian jaminan sosial tidak lain merupakan tugas atau fungsi negara serta untuk mewujudkan cita-cita negara. Berbeda halnya dengan asuransi, dimana suatu lembaga menarik premi ke konsumennya untuk menjamin kerugian atau peristiwa yang menimpa konsumennya. Sehingga memang sifatnya seperti transaksi.

    Apa pun jaminan yang diberlakukan oleh pemerintah tak seharusnya menjadi beban bagi masyarakat.
    (Komala Dewi 20121030059 Mahasiswa MMR UMY 8B)

  42. Assalamualiakum dok
    Terimakasih atas kuliah yang telah disampaikan dengan gamblang dan menarik. Menurut pendapat saya, SJSN merupakan sutu program yang menarik. Menarik karena Indonesia sedang mencoba untuk meningkatkan taraf kesehatannya dengan cara merubah paradigma dari kedua sisi yaitu dari sisi pemberi pelayanan kesehatan dan dari sisi pasien, atau dalam hal ini masyarakat sebagai anggota dari asuransi kesehatan.

    Ada suatu paradigma yang diubah dari pemberi pelayanan kesehatan, dari yang awalnya fee for service berubah menjadi masyarakat membayar premi kepada badan penyelenggara atau dalam hal ini ASKES lah yang ditunjuk. Paradigma yang berubah adalah, pemberi pelayanan kesehatan akan lebih giat dalam menggalangkan suatu bentuk tindakan preventif kepada anggota jaminan kesehatan yang ditanggungnya, alhasil taraf kesehatan diharapkan akan meningkat. Hal ini sangat berbeda dengan fee for service, sebab dengan metode seperti itu, pemberi pelayanan kesehatan akan mendapatkan uang jasanya ketika ada pasien yang berobat. Paradigma dokter akan bergeser menjadi lebih baik dengan sistem yang demikian.

    Program yang bagus belum tentu semua aspeknya bagus, menurut saya ada kendala yang cukup besar pada penyelenggaran SJSN, yaitu pemerintah kurang mensosialisasikan program SJSN tersebut kepada masyarakat luas, akibatnya kabar yang beredar masih simpang siur dan masih diseputaran apakah masyarakat perlu membayar premi? bukankah premi tersebut nantinya akan memberatkan masyarakat? dan sebagianya.

  43. Ayu Lidya Rahmah berkata:

    Sebelumnya terima kasih dok atas kuliahnya, dengan adanya SJSN di tahun 2014 ini diharapkan adanya peningkatan taraf kesehatan masyarakat indonesia. Karena dengan adanya sistem ini pemberian pelayanan kesehatan akan terjamin dan akan mencapai sampai tingkat preventif, dan dengan adanya sjsn ini pelayanan kesehatan akan menjadi bertahap dan memiliki hierarki sehingga jika sjsn ini terlaksana akan membentuk suatu sistem yang baik bagi pemerataan taraf kesehatan di indonesia dan kesadaran untuk memeriksakan diri tanpa harus memikirkan biaya yang besar namun perlu kita sadari juga bahwa sjsn ini harus didukung dengan sistem dan infrastruktur yang memilik basis yang kuat dan sosialisasi menyeluruh karena jika tidak maka hanya akan menjadi hal yang sia-sia saja dan hanya menghambur-hamburkan uang rakyat dan negara.
    Ayu lidya R mahasiswi MMR angkatan 8B

  44. Bida Mochtar berkata:

    Assalamualaikum wr.wb
    Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas kuliah yg sudah diberikan oleh dokter sabarguna..
    Menurut pendapat saya dengan kondisi isu tentang asuransi kesehatan yang ada, kondisi dimana gencarnya berita mengenai asuransi kesehatan, menurut pendapat saya tujuan diadakannya sistem asuransi dari tujuan sistem kesehatan itu sendiri adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat indonsia. Kita ketahui bahwasanya banyak masyarakat indonesia yang tidak dengan mudah untuk mendapatkan akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, sehingga dengan adanya sistem asuransi ini, dengan begitu kesejahteraan warga indonesia akan merata, semua warga dapat mengakses dan memperoleh pelayanan kesehatan lebih mudah lagi, salah satunya dengan asuransi kesehatan tadi tentunya.Asuransi kesehatan sendiri merupakan salah satu jalan dalam mencapai hal tersebut. Perlu kita ketahui bahwa sistem asuransi yang sudah ada pun masih berantakan di negara kita, masih saja terdapat kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kita ketahui masih banyak warga yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan dipersulit. Jadi untuk mengatasi ini, menurut pendapat saya, sebaiknya kita lebih teliti dan cermat lagi untuk memberikan asuransi kesehatan tersebut agar lebih tepat sasaran, sehingga warga yang seharusnya pantas mendapatkan pelayanan kesehatan tersebut pas sasaran. Sehingga lebih selektifnya kita, dan lebih tepat sasaran tentunya, bagaimana cara menyampaikan isu-isu dan pelaksanaan SJSN 2014 yang akan diterapkam, sehingga mendatangkan manfaat yang besar khusunya kesejahteraan kesehatan untuk masyarakat Indonesia.
    Terimakasih dokter sabarguna…
    Wassalamualaikum wr.wb

    BIDAYATI MMR 8A (20121030009)

  45. assalamualaikum.wr.wb
    terimakasih dokter atas kuliah yang diberikan, semoga bermanfaat bagi kami dimasa sekarang dan akan datang. ingin menanggapi sehubungan dengan akan diberlakukannya sistem asuransi pada tahun 2014 nanti yaitu SJSN (sistem jaminan sosial nasional). senang rasanya karena indonesia selangkah lebih maju dari sebelumnya. indonesia sudah berusaha mengejar ketertinggalannya dengan melaksanakan program SJSN yang sudah dilakukan lebih dulu dari negara lainnya. tetapi semakin banyak tantangan dan hambatan pula yang akan dialami ke depannya.

    program SJSN terbagi dalam 5 bidang yaitu bidang kesehatan, kecelakaan kerja, hari tua, pensiun dan kematian. yang mana bidang-bidang tersebut akan diberlakukan/dilaksanakan secara bertahap. pada tahap awal dilakukan di bidang kesehatan.diharapkan dengan diadakannya SJSN ini, tidak ada lagi masyarakat miskin yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan karena kendala biaya. dan diharapkan lebih merata, tidak seperti sistem jaminan sebelumnya yaitu jamkesmas yang pemberiannya juga kurang tepat sasaran atau tidak merata sehingga masih banyak masyarakat miskin yang tidak mendapat pengobatan ketika sakit dan memunculkan slogan orang miskin dilarang sakit.

    untuk sistem SJSN itu sendiri supaya terlaksana sesuai harapan perlu kerjasama antar pemerintah, badan penyelenggara pelayanan kesehatan (Rumah Sakit), tenaga kesehatan dan masyarakat itu sendiri. dan perlu dilakukan pengawasan untuk pelaksanaannya nanti. sehingga tidak ada penyimpangan-penyimpangan misalnya melakukan pemeriksaan penunjang yang tidak perlu dilakukan sehingga meningkatkan income suatu RS yang melayani pasien tsb. mari kita bekerja sama menuju indonesia sehat. ~_~.

    (Ratih Lestari Utami – 2012 10 300 31) MMR UMY 8A

  46. Sidiq Nurrahman berkata:

    Assalamualaikum ,,,
    Terimakasih Dok,, sudah memberikan materi-materi perkuliahan yang menarik yang menjadi trend isu masa kini yang berguna bagi kita semua, khusunya mahasiswa MMR. topik kali ini sangat menarik terkait dengan sistem asuransi kesehatan yang ada di indonesia yaitu SJSN yang di selenggarakan oleh BPJS.
    UU BPJS yang telah disepakati pemerintah dan DPR pada tahun 2004 telah menjadi harapan baru bagi masyarakat. Salah satunya adalah jaminan sosial dibidang kesehatan. dengan adanya BPJS, penyelenggaraan layanan kesehatan yang kurang menjangkau lapisan masyarakat diharapakan bisa teratasi, sehinga tidak ada lagi istilah diskriminasi pelayanan kesehatan dan semua golongan dapat mengakses layanan tersebut.
    BPJS adalah sebuah badan hukum yang dibentuk untuk penyelengara program jaminan, didalam program jaminan itu ada program jaminan kesahatan, program jaminan hari tua, program jaminan kecelakaan, dan program jaminan kematian. Khusus untuk kesehatan penyelenggaranya adalah BPJS kesehatan
    Lain halnya dengan SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional), SJSN adalah sistem yang dijalankan oleh BPJS. Sebuah sistem gotong royong untuk kesehatan rakyat Indonesia. Masyarakat diwajibkan membayar iuaran untuk membantu orang yang tidak mampu dan ketika kita tidak mampu kita dibantu orang lain. sistem membayaran iuran ini ada 3 macam. PNS dan pegawai formal dipotong dari gaji berdasarkan dari prosentase. untuk pekerja nonformal, mereka diwajibkan membayar premi, sedangkan untuk rakyat miskin akan disubsidi oleh pemerintah dengan istilah PBI (Penerma bantuan iuran).

    Menurut dokter apakah program ini bisa berjalan dengan efektif dan e fisien ????

    SIDIQ NURRAHMAN
    20121030072
    MAHASISWA MMR ANGKATAN 8B UMY

  47. Assalamualaikum dr boy.. menarik sekali kuliah kali ini…
    Menurut pendapat saya, SJSN SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional), SJSN adalah sistem yang dijalankan oleh BPJS. Sebuah sistem gotong royong untuk kesehatan rakyat Indonesia. Di dalam SJSN ini masyarakat mempunyai hak dan kewajiban, kewajibannya dalam hal ini seorang pemberi kerja wajib mendaftarkan pekerjanya, dan ketika tidak mendaftarkan akan mendapatkan sangsi. Sedangkan hak Masyarakat ialah mendapatkan kartu untuk bisa mengakes pelayanan dan menerima informasi tentang prosedurnya, tentang apa yang dijamin, juga tentang hak untuk mengeluh. Masyarakat diwajibkan membayar iuaran untuk membantu orang yang tidak mampu dan ketika kita tidak mampu kita dibantu orang lain. Namun bagaimana apabila masy yg tdk mampuharus mmbyr iuran? Mungki untuk tahap pertama memang akan dibayar pemerintah, bagaimana untuk tahapan slnjurnya? Kemudian bagaimana dgn mreka yg memiliki gaji pas2an seperti buruh, yg hrs membayar iuranya tiap bulan kpd pemberi kerja? Ya semoga SJSN nntinya bs berjalan gn baik dan lancar…
    Disisi lain, dokter sebagai pemberi layanan kesehatan atau provider, khusunya dr umum yg merupakan lini pertama harus meningkatkan skill dan kemampuan serta keilmuannya dalam menjalankan tugasnya,
    Dan juga merupakan tantangan bagi negara indonesia, untuk memeratakan keberadaan dokter di seluruh indonesia, yg mana kita tahu sampai saat ini indoneaia masih kekurangan tenaga kesehatan. Dengan adanya SJSN ini harus didukung juga dengan keberadaan provider, sehingga diharapkan terjadi sistem yang baik dan berkesinambungan.

    CHANDRA MUKTI ERRYANDARI MAHASISWA S2 MMR UNIV. MUH. YOGYA

  48. assalamualaikum, wrwb

    trimakasih dok, perkuliahan yang ckup menarik terkait asuransi kesehatan yaitu SJSN….ini ada sedikit gambaran yang saya peroleh ketika saya membaca artikel disalah satu blog yaitu sbgai berikut:
    Tolak ukur keberhasilan SJSN telah berhasil dilaksanakan BJPS adalah jumlah orang yang dijamin. BPJS merencanakan pada tahun 2014, 70% masyarakat Indonesia ikut dalam program ini. Target lebih tinggi dicanangkan oleh BPJS, tahun 2017, 90% lebih rakyat Indonesia sudah mengikuti program ini. Semoga pada 1 Januari 2014 bangsa Indonesia bisa mendapatkan pelayanan yang optimal, yang ingin saya tanyakan, Asumsi dokter apakah kedepannya program ini berjalan sesua dengan yang drencanakan,,

    NILA KUMALASARI
    20121030066
    MAHASISWA MMR ANGKATAN 8B UMY

  49. assalamu’alaikum wr wb.

    terima kasih dok atas kuliah yang sangat berkesan dalam dua sesi mengenai sistem penjaminan kesehatan yang akan diselenggarakan pada negeri ini..
    SJSN ini akan dilaksanakan per tanggal 1 januari 2014,,menurut saya semua dokter yang ada harus ikut tergabung dalam rangka menyukseskan program pemerintah tersebut..kerja sama yang dilakukan tidak hanya mencakup dokter – dokter yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil,,melainkan juga harus bekerja sama dengan dokter – dokter praktek swasta,bidan – bidan yang juga praktek swasta..
    agar program tersebut dapat mencakup seluruh warga indonesia yang mempunyai hak atas jaminan kesehatan..karena jika kita melihat dari saran prasarana yang ada sekarang,jika hanya berharap pada dokter yang bekerja sebagai PNS, cakupan masyarakat yang berada jauh dari jangkauan akan sulit..
    mungkin sekian komentar saya tentang materi SJSN yang dokter sampaikan..

    Akhyar Sulaiman
    20121030003
    Mahasiswa program pascasarjana MMR UMY

  50. Assalamualaikum ,,,
    Terimakasih Dok,, sudah memberikan materi-materi perkuliahan yang menarik yang menjadi trend isu masa kini yang berguna bagi kita semua. topik kali ini sangat menarik terkait dengan sistem asuransi kesehatan yang ada di indonesia yaitu SJSN yang di selenggarakan oleh BPJS.
    Pada awal tahun 2014, tepatnya per 1 Januari 2014 PT. Askes, PT. Jamsostek, dan PT Taspen akan berubah nama menjadi BPJS, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Badan hukum yang diatur dalam UU no. 24 tahun 2011 ini sudah disahkan oleh DPR tapi belum di tandatangani oleh bapak presiden. BPJS terdiri dari dua lingkup kerja yakni jaminan kesehatan dan jaminan ketenagakerjaan (jaminan keselamatan kerja dan jaminan hari tua). Sebagai jaminan kesehatan BPJS akan menggantikan fungsi dari askes dan jamkesmas. Lalu siapakah anggota dari BPJS ini? Menurut UU tersebut yang menjadi anggota adalah setiap warga indonesia dan pekerja asing yang bekerja di indonesia minimal 6 bulan. Keanggotaan BPJS adalah wajib bagi seluruh rakyat indonesia. Dengan kata lain, di atas kertas, BPJS merupakan solusi yang tepat untuk permasalahan kesehatan di negara ini karena menjamin kesehatan seluruh rakyat dan tanpa pandang bulu.

    Muhammad Pringgo Arifianto
    MMR 8B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

  51. Hafid Hutama berkata:

    Assalamualaikum dr boy…….

    SJSN kelihatanya ,emang bermanfaat dalam akses pelayanan kesehatan di Indonesia. Dengan adanya prinsip tolog-menolong maka rakyat yang tidak mampu tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan. Namun hingga saat ini masih banyak pro dan kontra mengenai SJSN, untuk itu bagi pemerintah mungkin perlu disegerakan untuk meluruskan beberapa pasal yang kurang sesuai dan kurang bisa diterima, segera memberikan sosialisasi kepada seluruh rakyat indonesia saya dapat dimengerti bagaimana jalannya sistem ini dengan gamblang dan pengesahan UU itu sendiri.
    Dengan adanya SJSN ini saya berharap kualitas kesehatan ngara indonesia dapat meningkat.
    Terimakasih

    HAFID HUTAMA MMR S2 UMY 8A

  52. Nola Rosalina berkata:

    asslm’alkm wr…wb..
    terimakasih atas kuliah dokter boy… materi kuliah ini sangat bermanfaat bagi kami. Mengenai sistem jaminan sosial nasional yang akan di selenggarakan di indonesia menurut saya adalah Pada tahun 2014 nanti, mulai diberlakukan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang menjamin seluruh masyarakat Indonesia dapat mendapatkan pengobatan. Masyarakat yang kurang mampu akan mendapatkan pengobatan gratis. Tapi di satu sisi, penggratisan ini juga memicu keresahan, contohnya pada pasien HIV. infeksi HIV ini dapat terjadi akibat perilaku seks yang berisiko dan penyalahgunaan obat-obat terlarang. Perilaku seks dikatakan berisiko apabila sering berganti pasangan dan tidak menggunakan kondom.

    Padahal untuk membiayai pengobatan ARV gratis ini pemerintah menggunakan dana APBN dibantu dana dari lembaga donor the Global Fund. Apabila penanganan HIV/AIDS di Indonesia gagal, besar kemungkinan lembaga donor tak akan lagi memperpanjang donasinya. Artinya, penanganan HIV/AIDS seluruhnya akan dibebankan kepada APBN.

    “Jika kasus HIV/AIDS terus naik, pada tahun 2020 nanti kita akan membutuhkan US$ 202 juta karena pengobatan harus membutuhkan pembiayaan. Sekarang saja pembiayaannya butuh US$ 65 juta untuk 33 provinsi per tahun,” terang Menkes.

    Oleh karena itu, Menkes menghimbau bahwa penanganan HIV/AIDS ini seharusnya menggunakan prinsip total football, yaitu melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dari hulu, para pemuka agama dan tokoh masyarakat sebaiknya berupaya membentengi masyarakat untuk tidak melakukan hubungan seks berisiko dan menyalahgunakan narkoba.

    Di hilir, pemerintah berupaya memberikan pengobatan kepada orang yang terinfeksi dan berupaya melakukan tindakan preventif dengan cara mengkampanyekan penggunaan kondom pada kelompok-kelompok yang berisiko seperti PSK, gay, waria dan pria yang suka ‘jajan’ sembarangan.
    (dat06/detik)
    menurut saya ini dilema dari pemerintah. terimakasih.
    walaikumsalam wr.wb

  53. Nola Rosalina berkata:

    SJSN SAAT INI PENTING BAGI MASYARAKAT dan sangat membantu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, akan tetapi disini yang jadi permasalahan apakah SJSN ini sudah mencapai sasaran dengan tepat? yang saya jumpai skr banyak masyarakat mampu tetapi mereka memakai asuransi untuk masyarakat tak mampu dan sebaliknya yang tak mampu justru tidak mendapatkan. dari hal ini di harapkan pemerintah lebih memonitor dan mengawasi SJSN agar tujuannya tercapai.

  54. SJSN SAAT INI PENTING BAGI MASYARAKAT dan sangat membantu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, akan tetapi disini yang jadi permasalahan apakah SJSN ini sudah mencapai sasaran dengan tepat? yang saya jumpai skr banyak masyarakat mampu tetapi mereka memakai asuransi untuk masyarakat tak mampu dan sebaliknya yang tak mampu justru tidak mendapatkan. dari hal ini di harapkan pemerintah lebih memonitor dan mengawasi SJSN agar tujuannya tercapai.

  55. Ketika Indonesia telah menjalankan program SJSN, akan tercipta hubungan yang saling berhubungan antara pasien dengan perusahaan asuransi dan pelayanan kesehatan.
    Untuk dapat tetap survive, pihak asuransi dan pelayanan kesehatan semakin dituntut memberikan pelayanan yang terbaik karena jika tidak maka konsumen (pasien) tidak akan menggunakan jasanya. Pihak provider dituntut untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan, pihak penyedia layanan kesehatan wajib meningkatkan profesionalisme kerja mereka. Selain itu, hendaknya pasien juga menempatkan diri dengan baik agar dapat memanfaatkan jaminan yang dipunyainya dengan arif bijaksana, karena terkadang pasien hanya mencoba-coba.
    Pada intinya, apabila SJSN benar-benar telah terlaksana, maka mau tidak mau para penyelenggara kesehatan akan benar-benar bersaing memperebutkan pasien. Hal ini karena pasien memiliki asuransi kesehatan sehingga mereka dapat memilih pelayanan kesehatan yang terbaik menurut mereka. Karena itu, pihak manajemen RS dituntut memiliki strategi pemasaran yang baik.

    Ade Mayashita
    20121030001

  56. Rinna Kapoor berkata:

    SJSN sangat menguntungkan bagi pihak masyarakat miskin yang membutuhkan. tapi di sisi lain kelemahannya adalah penyalahgunaan oleh sebagian golongan masyarakat yang mampu, sedangkan SJSN hanya untuk masyarakat yang tidak mampu. pada rumah sakit maupun dokter praktek umum mungkin ini sangat membuat pemikiran yang sulit.karena salah satunya bagaimana caranya membuat pasien lebih sehat dan jarang yang sakit, karena semakin sedikit masyarakat yang sakit makin banyak pula pendapatan rumah sakit maupun dokter praktek umum. maka dari itu bagaimana para tenaga medis memberdayakan masyarakat agar tetap sehat.

    Siti Rinawati Sarofah
    20121030073 MMR UMY angkatan 8B

  57. Ata Ogi berkata:

    Terima kasih dr. Boy atas materi-materi kuliah yang telah diberikan kepada kami, Menyikapi mengenai Program SJSN yang akan diberlakukan pemerintah pada tahun 2014.
    Pemerintah sudah sangat aktif mempublikasikan sistem ini. Namun menurut saya, pemerintah terlalu memaksakan untuk menargetkan SJSN ini terlaksana di tahun 2014. Yang menjadi pertanyaan apakah pemerintah sudah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai baik secara formal maupun informal.
    pendapat saya untuk sistem SJSN itu sendiri supaya terlaksana sesuai harapan perlu kerjasama antar pemerintah, badan penyelenggara pelayanan kesehatan (Rumah Sakit), tenaga kesehatan dan masyarakat itu sendiri. dan perlu dilakukan pengawasan untuk pelaksanaannya nanti. sehingga tidak ada penyimpangan-penyimpangan misalnya melakukan pemeriksaan penunjang yang tidak perlu dilakukan sehingga meningkatkan income suatu RS yang melayani pasien tsb. mari kita bekerja sama menuju indonesia sehat.

    Nama: yogi pratama mustaram
    NIM : 20121030077
    kelas : 8B MMR UMY

  58. Asslamualaikumwrwb,
    alhamdullilah, dokter saya takjub dg materi yg bapak jelaskan di slide ini, saya harap dengan adanya wacana ini sehingga akan meningkatkan kesadaran para pengguna jasa asuransi bahwa mereka punya hak untuk menentukan pilihan dan pihak penyedia jasa asuransi lebih transparan dalam menyampaikan informasi yang sebenarnya pada pengguna jasa ini. sehingga pihak pengguna jasa akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak sebagai mana fungsi utama dari asuransi kesehatan, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat indonesia pada khususnya menjadi negara dengan penduduk yang sehat demi tumbuh serta berkembangnya hegara Indonesia. semoga kedepannya jaminan kesehatan ini bisa merata ke seluruh warga negara indonesia tanpa terkecuali, dan tidak ada lagi diskriminasi antara satu pengguna jaminan asuransi satu dengan yang lainnya. perlu di ingat bahwa kesehatan adalah hak setiap warga negara. terimakasih.

    MMR UMY 8B
    NAMA : FATMA SITI FATIMAH
    NIM : 20121030055

  59. Assalamualaikum.wr.wb
    terimakasih dokter atas kuliah yang diberikan, sangat menarik karena sistem SJSN yang akan dimulai pada tahun 2014 ini sangatlah dekat dengan kehidupan kami. Sistem SJSN ini sangatlah bagus, karena dengan adanya sistem ini kesehatan seluruh warga negara indonesia sudah terjamin. Tidak adalagi alasan kenapa masyarakat kecil tidak berobat saat sakit karena kendala biaya. Namun apakah dalam perjalanannya akan sesuai dengan yang diharapkan dilihat masyarakat Indonesia yang sedikit sekali percaya dengan asuransi, sistem ini menggunakan premi berarti setiap warga negara harus menyetorkan sejumlah uang untuk membayar premi, banyak yang masih berpendapat bahwa membayar premi sama saja membuang uang secara sia-sia jika tidak digunakan. Mereka banyak yang tidak mengerti maksud dari sistem tersebut. Mungkin pemerintah harus mulai mensosialisasikan program ini sejak sekarang, baik untuk masyarakat umum dan juga kepada tenaga kesahetan, karena banyak juga tenaga kesehatan primer yang belum mengetahui akan program SJSN ini.

    Arisma Budi Suciati
    20121030045 / MMR 8B

  60. Al Fahreysi berkata:

    Dokter Boy,terimakasih buat kuliah-kuliahnya

    Ditahun -tahun kedepan indonesia akan menjalankan program SJSN , hal ini mngkn bisa dibilang penyempurnaan dlam metode jaminan yg ada di masyarakat saat ini, akan tetapi perlu juga kita pertimbangankan dengan efek kurang baik yg bisa saja muncul misal: di tahun -tahun awal mngkn akan ada lonjakan jumlah pasien yg, berfikir ingin coba-coba dgn sistem ini, kemudian sebagai pelayan kesehatan akan mencoba mencari pasien agar bisa survive, dan bagi pihak asuransi akan mencoba menyeleksi penyelengara kesehatan dgn teliti, dgn kejadian-kejadian tsb yg mngkn terjadi, beberapa pihak harus bisa dan bersiap mengantisipasinya, misal sebagai pasien hrus bisa memanfaatkan jaminan dgn baik dan maksimal, sebagai pelayan kesehatan hrs tetap mnjaga kualitas pelayanannya dan pihak asuransi bersikap profesional. Setelah program SJSN ini berjalan, pemerintah dan pihak2 yg terkait harus mengadakan evaluasiyg berkala dan optimal

    Ali Muslim Bahreisy
    20121030043 / MMR 8B

  61. Fajar Patompo berkata:

    saya sangat setuju dengan sistem jaminan kesehatan pada SJSN. DImana bila sistem ini berjalan dengan semestinya maka dapat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan terhadap kesehatan. Selain itu dengan sistem jaminan seperti ini maka sistem perujukan pasien dapat terkendali dan tidak menumpuk pada satu pelayanan kesehatan. Namun hal tersebut hanya dapat terlaksana apabila sistem ini berjalan dengan baik. Sejauh ini SJSN sudah cukup matang menurut saya dalam perencanaan untuk memulai sistem jaminan ini hanya saja memang diperlukan perencanaan sistem yang yang jauh lebih baik agar dapat memenuhi harapan dari tujuan dibentuknya SJSN ini pada 2014 nanti.

  62. sabarguna berkata:

    JAKARTA 16 FEB. 2013.
    SUDAH PASTI PEMERINTAH, PEMERINTAH MELALUI SAKURANNYA sepaert KORPRI, SERIKAT BURUH, PERKUMPULAN PETANI DAN NELAYA, HIMPUNAN MAHASISWA. Daoat dikerjakan oleh KEMENKOINFO.
    dr. Boy

  63. abzan berkata:

    Yang terhormat,
    DR. Dr. H. Boy Subirosa Sabarguna, MARS

    Assalamu Alaikum Wr.Wb.

    Saya sangat setuju mengenai tulisan Bapak bahwa Manajer Modern  akan mencapai sukses jika mempunyai sifat yang secara jelas
    mendorong bawahannya untuk bekerja tim. Seorang  manajer jangan hanya berfikir efisiensi “Do the things right”, atau hanya memikirkan plan dan budget, tapi seorang manajer juga harus membuka mata dan telinga terhadap masalah yang tejadi antar stafnya. Seorang manajer harus mampu  mengorganisir, mengontrol dan memberikan jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi, karena jangan sampai pemikiran individualisme atau ketidakmampuan bekerja secara tim pada stafnya malah menghambat tujuan yang ingin dicapai. 

    Terima kasih atas ilmunya dok, semoga bernilai amal jariyah.

    Salam hormat

    Abbas Zavey Nurdin
    Mahasiswa PPDS Kedokteran Okupasi FK UI

  64. Faraitody Itami berkata:

    Assalamulaikum.wr.wb
    Terima kasih atas kuliah dr. Boy. Semoga ini menjadi pencerahan bagi kita semua, terutama kami mahasiswa. Di saat biaya kesehatan yang semakin meningkat, sementara daya beli masyarakat tidak beranjak, maka akses pada pelayanan kesehatan semakin sulit, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Dengan adanya SJSN yang rencananya awal tahun 2014 akan diberlakukan semoga akan mempermudah itu semua sehingga akan tercapai apa yang kita harapkan yaitu masyarakat Indonesia yang sehat..
    Salam hormat,

    Faraitody Itamy
    Mahasiswa MKK UI

  65. jess1103 berkata:

    Selamat malam, dok…
    Mengenai permasalahan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bidang kesehatan yang direncanakan akan mulai diberlakukan pada 1 Januari 2014, menurut saya dari segi perencanaan sangat baik. Akan tetapi, saya meragukan keberhasilan dalam implementasinya. Salah satu contoh sistem layanan kesehatan yang menuai banyak permasalahan dalam pelaksanaannya adalah Kartu Jakarta Sehat yang diberlakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Hal ini dapat disebabkan oleh belum adanya sistem pelayanan kesehatan yang memenuhi standar. Selain itu, di Indonesia, sistem jaminan kesehatan seakan-akan hanya ditujukan untuk rakyat miskin. Padahal sistem jaminan kesehatan seharusnya mencakup semua lapisan ekonomi dengan standar pelayanan medis yang terpenuhi tanpa memandang jenis paket layanan kesehatan yang dimiliki. Saya juga sangat setuju dengan prinsip asuransi tiga kutub seperti yang tercantum pada slide presentasi dokter. Seringkali fokus suatu sistem pelayanan kesehatan yang dibuat oleh Pemerintah hanya memfokuskan pada pasien, tetapi kesejahteraan tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan kesehatan kurang mendapat perhatian. Jumlah pasien yang meningkat drastis akibat pemberlakuan layanan kesehatan gratis tidak diimbangi dengan jumlah tenaga kesehatan yang memadai. Belum lagi ditambah dengan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang sistem rujukan. Melihat semua kekurangan ini, seharusnya Pemerintah melakukan implementasi yang bertahap dengan menggunakan acuan dari ketiga aspek tersebut, yaitu pasien, perusahaan dan pihak perusahaan asuransi. Demikian tanggapan saya, dok…Terima kasih.
    Salam,
    Jessica (PPDS Kedokteran Okupasi)

  66. Risnaldo Jaya berkata:

    Terima kasih dr. Boy atas kuliahnya
    Perkembangan asuransi swasta sekarang semakin baik dengan rincian kontrak tertulis penyakit yang ditanggung dan besar biaya yang ditanggung sehingga dari awal sudah tercapai pengertian antara pihak asuransi dengan pasien dan pihak Rumah Sakit sehingga pembiayaan pasien yang berobat dapat diselesaikan dengan baik.
    Dari pengalaman saya di rumah sakit, saat ini yang menjadi permasalahan adalah setiap pasien yang berobat terutama pasien rawat inap setelah pengobatan selesai dan pasien diijinkan pulang pasien memerlukan waktu proses pengurusan asuransinya, sehingga pasien sering komplain/ mengeluh karena hal ini. Menurut bapak mengapa hal ini bisa terjadi ?

    Regards,
    dr. Aynita Halim (MKK 2012/2013)

  67. Maria Agustina berkata:

    Terima kasih dr boy atas informasi tentang asuransi kesehatannya. Materi tersebut menambah wawasan kami tentang bagaimana seharusnya pelaksanaan sistem asuransi kesehatan dijalankan.
    Seperti kita ketahui pada tahun 2014 nanti akan diberlakukan sistem SJSN.Program ini akan diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merupakan penyatuan dari beberapa BUMN yang ditunjuk, yaitu PT. Jamsostek, PT. Askes, PT. Taspen, dan PT. Asabri. BPJS Kesehatan akan mengelola jaminan kesehatan yang akan memberikan kepastian jaminan kesehatan bagi setiap rakyat Indonesia. Jaminan ini diberikan dalam bentuk pelayanan kesehatan perseorangan yang komprehensif, mencakup peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan dan pemulihan, termasuk obat dan bahan medis dengan teknik layanan terkendali mutu dan biaya (managed care).Program jaminan kesehatan digelar berdasarkan prinsip asuransi sosial dan ekuitas, yaitu kesamaan dalam memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan medis yang tak terkait dengan besaran iuran yang dibayarkan. Besar iuran ditetapkan sebagai prosentase tertentu dari upah, bagi mereka yang memiliki penghasilan. Pemerintah akan membayarkan iuran bagi mereka yang
    tidak mampu (fakir miskin).
    Semoga sistem ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam mengatasi masalah pembiayaan kesehatan mengingat biaya kesehatan semakin lama semakin mahal.Dan Semoga dalam pelaksanaannya kelak SJSN itu berjalan dengan baik, dilaksanankan secara profesional sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

  68. Maria Agustina berkata:

    Terima kasih dr boy atas informasi tentang asuransi kesehatannya. Materi tersebut menambah wawasan kami tentang bagaimana seharusnya pelaksanaan sistem asuransi kesehatan dijalankan.
    Seperti kita ketahui pada tahun 2014 nanti akan diberlakukan sistem SJSN.Program ini akan diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merupakan penyatuan dari beberapa BUMN yang ditunjuk, yaitu PT. Jamsostek, PT. Askes, PT. Taspen, dan PT. Asabri. BPJS Kesehatan akan mengelola jaminan kesehatan yang akan memberikan kepastian jaminan kesehatan bagi setiap rakyat Indonesia. Jaminan ini diberikan dalam bentuk pelayanan kesehatan perseorangan yang komprehensif, mencakup peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan dan pemulihan, termasuk obat dan bahan medis dengan teknik layanan terkendali mutu dan biaya (managed care).Program jaminan kesehatan digelar berdasarkan prinsip asuransi sosial dan ekuitas, yaitu kesamaan dalam memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan medis yang tak terkait dengan besaran iuran yang dibayarkan. Besar iuran ditetapkan sebagai prosentase tertentu dari upah, bagi mereka yang memiliki penghasilan. Pemerintah akan membayarkan iuran bagi mereka yang
    tidak mampu (fakir miskin).
    Semoga sistem ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam mengatasi masalah pembiayaan kesehatan mengingat biaya kesehatan semakin lama semakin mahal.Dan Semoga dalam pelaksanaannya kelak SJSN itu berjalan dengan baik, dilaksanankan secara profesional sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

    Maria Agustina
    PPDS Kedokteran Okupasi FK UI
    NPM 1206236376

  69. yep berkata:

    Untuk BPJS / JKN yang akan dimulai januari 2014, diusulkan ada sosialisasi kepada RS di daerah terutama RS Swasta

  70. guntur berkata:

    Universal coverage memang sesuatu yg tidak dapat dihindari, namun perlu diikuti kesiapan yang memadai, sistem yang tidak terintegrasi diantara pemberi pelayanan memungkinkan pengendalian program SJSN ini akan mengalami kesulitan. Dan tidak kalah pentingnya pendidikan untk masyarakat mengenai aturan main SJSN juga harus dipersiapkan disamping pemahaman tentang upaya promotif kesehatan

    (Guntur Septapati / MMRS Unisba)

  71. Septika sidestyanti (MMRS UNISBA) berkata:

    1 januari 2014, mau tidak mau sistem BPJS akan dilaksanakan di Indonesia,,namun alangkah baiknya bila sistem BPJS ini didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan sistem informasi yang terkoordinasi,,sehingga tidak timbul kerancuan pada pelaksanaan sistem BPJS ini..Selain itu perlu dilakukan sosialisasi secara terkoordinasi baik dari pihak pemerintah,badan penyelenggara, pelaksana dan pemakai..
    Semoga sistem BPJS ini berjalan secara profesional,,sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari diberlakukannya sistem BPJS di tahun 2014 mendatang.

  72. Rahmatillah Nur Anwar berkata:

    Assalamualaikum….
    Untuk JKN januari 2014 nanti, yang sy amati, belum ada perubahan drastis dr sistem pelayanan kesehatan, yang berubah mungkin baru dari segi operator yaitu dileburnya Jamsostek, Askes, Jamkesmas, dan Asuransi TNI/Polri menjadi BPJS. Sehingga akan masih banyak pasien ‘out of pocket’ nantinya. Bahkan ada beberapa Kota seperti Kota Bogor, Dinas kesehatannya baru akan melakukan mapping fasyankes, padahal Oktober akan di declare mengenai program ini kepada masyarakat. Selain itu Juknis / Juklak mengenai BPJS ini pun belum selesai. oleh sebab itu, SJSN ini jangan terlalu dianggap menakutkan, pemerintah bersama-sama elemen terkait tentu akan berbuat semaksimal mungkin mensukseskan Universal Coverage 2019, dengan langkah awal BPJS 2014 ini. Mudah”an praktek dokter pribadi, klinik, dan Rumah Sakit dapat cepat beradaptasi dengan sistem ini, dan memetik berkahnya..

    Hatur Nuhun … Wassalam..

    Rahmatillah N.A / MMRS Unisba
    .

  73. satryo waspodo, dr, SpRM berkata:

    asw DR Boy, terima kasih banyak atas kuliah yang dokter berikan kepada kami sebagai mahasiswa Pasca Sarjana MMRS UNISBA Bandung, semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan kesabaran kepada dokter dalam usahanya mengembangkan sistem kesehatan yang sangat banyak membantu masyarakat miskin, karena selama ini mereka adalah masyarakat yang termarginalisasi oleh sistem yang ada di indonesia. memang tidak mudah dan pasti ada kendala dilapangan nantinya, tapi kalau tidak pernah dimulai kapan lagi? masyarakat sangat membutuhkan peyananan kesehatan yang optimal, khususnya masyarakat bawah/ kecil. dokter boy, seperti kita ketahui bersama, memang masih banyak sekali kendala yang harus diantisipasi dari sekarang, misalkan: sosisalisasi yang masih kurang dari semua lini yang memgang amanah tentang hal ini, yang berdampak pada masih belum fahamnya secara menyeluruh dari institusi pelayanan kesehatan baik sistem secara menyeluruh maupun kendala sistem informasi yang harus ada dan di siapkan ketika sistem ini berjalan, termasuk masyarakat yang belum faham terhadap sistem yang akan diterapkan. dokter boy, memang tidak ada sebuah perjuangan tanpa adanya pengorbanan, semoga usaha dokter merupakan bagian dari perjuangan besar untuk mencapai atau mengarah kepada kesejahteraan masyarakat indonesia, khususnya bidang kesehatan. Kami berharap khususnya sistem jaringan informasi yang dokter kembangkan dapat berjalan dengan baik…..amin.
    salam perjuangan dokter………
    satryo waspodo, dr, SpRM. mhs Pasca Sarjana UNISBA Bandung.

  74. ade suryani berkata:

    Pendapat saya bahwa sistem asuransi kesehatan yang nanti awal januari tahun 2014 akan diberlakukan kebijakan baru SJSN, sebenarnya sangat baik sekali sistem diatur secara menyeluruh, namun didalam pelaksanaanya akan menimbulkan hambatan. Saat ini seperti KJS sudah banyak kendala dari mulai peserta sampai pada pelaksanaan dalam pelayanan kesehatan.sebagaimana yang terjadi banyak kerugian dari pelayanan kesehatan seperti RS yang dirujuk mengalami kerugian dimana terhambat dalam pembayarannya.saya berharap kebijakan yang bagus ini dapat dijalankan dengan benar dan saling berkesinambungan sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat pun dapat terlaksana dengan baik dengan koordinasi dengan berbagai bidang yang terkait.

  75. Lilis Rayatin berkata:

    Assalamualaikum………salut dengan dr.Boy atas karyanya.
    Pendapat saya tentang asuransi baik itu asuransi pribadi ataupun kelompok sangat bagus, karena semua orang punya risiko sakit,. Untuk meringankan biaya maka risiko individu ditanggung oleh kelompok.Pada kenyataannya asuransi seperti KJS/ GAKIN/ ASKES ada keterbatasan daya tampung rumah sakit. Sehingga tempat terbatas dan pasien perlu inden untuk itu. Nah….alangkah baiknya kapasitas disesuaikan dengan angka kesakitan di masyarakat, dan hendaknya pihak penjamin dapat mengganti semua biaya yang diperlukan pasien sesuai standar, sehingga tidak membebani rumah sakit.

  76. swin berkata:

    Terima kasih dr.boy, atas informasi yang telah diberikan selaku saya, mahasiswa MMRS PASCA UNISBA dan menjadi referensi untuk saya dalam penyusunan tesis tentang asuransi.

    Mungkin ada sedikit pertanyaan, mengenai asuransi di RS dikarenakan saya sendiri tidak bekerja di RS. Pertanyaan tersebut sebagai berikut :
    Sebenarnya, Apakah kerjasama antara pihak perusahaan asuransi dengan pihak Rumah Sakit memiliki peran penting juga terhadap RS itu sendiri dan seperti apa peran tersebut? Maksud dari pihak perusahaan asuransi ini diluar asuransi di pemerintah misalkan PT.XXX. karena, yang saya amati, kesannya perusahaan-perusahaan asuransi tersebut tidak diekspos / diamati. Apakah dilapangan sudah baik pengelolaannya, sehingga tidak ada permasalahan ? beda dengan BPJS, sepertinya diekspos habis2an mengenai permasalahan yang ada.

    Terima kasih
    Aswin wardhana
    mahasiswa MMRS UNISBA

    • dr Boy berkata:

      Wa Wr Wb.
      Terima kasih.
      1. Peran Asuransi Swasta bagi RS penting karena merupakan pasien yang
      menjadivlangganan. Selain itu skema pembayaran atas dasar tagihan
      pelayanan dan paket sering masih bertarif cukup tinggi.
      2. Bedanya dengan BPJS KESEHATAN adalah karena anngotanya kebanyakan masyarakat miskin dan pembayaran atas dasar INA-CBGs yang sekatang relatif rendah. Selain uti pengendalian harag obat dan alat kesehatan masih bebas padahal dinegara Korea Selatan dan Malaysia saja dikendalikan pemerinintah sehingga lebih murah – dr Boy

  77. Elvi Ssanti berkata:

    keren ini pak Boy.. sudah waktunya bangsa kita merumuskan untuk wajib semua warga indonesia memiliki asuransi kesehatan, menurut hemat saya ini adalah salah satu waji dimiliki seperti KTP ( kartu Tanda Penduduk) bahan kalau perlu persyaratan sebelum menikah, saat mendaftar pada lembaga nikah (Kantor Urusan Agama). karna jika suatu keluarga sudah di panyungi asurnsi kesehatan maka kekhawatiran tentang masalah kesehatan sedikit berkurang. jika ini terus di giatkan mereka calon ibu akan leluasa memeriksakan kesehatan tanpa khawatir menganggu finansial keluarga. Juga Perusahaan Asuransi Swasta mestinya harus bisa di uji kelayakannya sebelum di pasarkan ke masyarakat luas, jadi kasus kekhawatiran untuk klaim asuransi tidak ribet dab berbelit-belit, dan mesti bisa transparan dan isa di akses juga oleh peserta asuransi. terima kasih Pak Boy,, semoga karya-karya buku bapak dapat menginsprasi anak negeri untuk berbuat maju untuk negri kita Indonesia, khususnya pada Bidang Kesehatan.

    Terima kasih

    Elvi Susanti
    Mahasiswa ARS (PASCA IKM STIKes Hangtuah Pekanbaru

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s